
Marsa Nurmalisari, Nival Misbahul Amin | DETaK
Darussalam-Kantin Academic Activity Center (AAC) Universitas Syiah Kuala (USK) tidak lagi menjual air mineral kemasan Sejak 21 Agustus 2023. Hal ini disampaikan langsung oleh Staf Biro Rektorat, Maria Aufa saat diwawancarai wartawan DETak pada Rabu, 18/10/2023.
Maria Aufa mengatakan bahwa aturan ini diterapkan berdasarkan himbauan pada surat edaran rektor dalam upaya mengurangi limbah plastik.

“Mengurangi apa, limbah plastik ya, plastik lah, yang mengurangi plastik. Itu aturannya ada surat edaran dari Rektor,” ujar Maria.
Maria menambahkan bahwa sampah plastik di Kantin AAC berkurang sejak diberlakukan aturan tersebut.
“Sedikit minim ya, agak sedikit lah, sampah di kantin agak sedikit berkurang,” tambahnya.
Berbeda dengan air mineral kemasan yang dapat digantikan dengan air galon, Maria mengatakan bahwa untuk air berasa tidak ditemukan alternatif penggantinya.
“Kalo misalnya yang kemasan yang warna putih bening itu kan bisa diisi ulang ya pake galon, kalau yang lain itu kan macam-macam rasa mungkin ga ada penggantinya mungkin ya gitu ya,” jelasnya.
Menanggapi peraturan tersebut, Akrimah Zahara, mahasiswa jurusan Seni Drama Tari dan Musik menyebutkan bahwa penerapan aturan ini dapat mengurangi sampah plastik dan berdampak baik bagi lingkungan.
“Bagus, karena bisa mengurangi sampah plastik, karena kan kita tahu plastik itu berakibat buruk di lingkungan kita dan plastik itu tidak terurai secara alami,” ungkap Akrimah.[]
Editor: Masya Pratiwi









