Puisi | DETaK
Jemariku tidak pernah hilang di antara jemarimu
Hadirmu adalah hal yang kutunggu dalam hidupku
Dirimu tanggung jawabku selamanya
Tak kubiarkan selain aku mengganggumu
Kesal dan amarahku padamu bukanlah hal abadi
Kejengkelan sifatmu tak pernah tertanam dalam hati
Karena tali persaudaraan antara kita terikat sampai mati
Hey, adikku sayang…
Tak terasa telah banyak waktu yang kita lewati
Kau telah tumbuh lebih dariku kini
Sifat manjamu pun tak pernah terlihat lagi
Aku mengerti, aku bisa pahami
Tapi aku akan selalu mengawasi
Karena bagiku kau tetaplah adik kecilku
Aku rindu ocehanmu
Aku rindu tangis lugumu
Aku rindu memelukmu bak aku pelindungmu
Namun kini, kau tlah bisa melakukan segalanya
Tanpa diriku di sampingmu
Kan kutunggu selalu keluhanmu padaku
Saat itu terjadi, aku selalu siap untumu.
Penulis bernama Hanifah Safitri, mahasiswi Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Ia juga merupakan anggota aktif di UKM Pers DETaK USK.




![[Lensa] Sejumlah Titik Kampus Dipenuhi dengan Tumpukan Sampah](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/06/Foto-3-1-100x75.jpg)





