Puisi | DETaK
Desiran ombak pantai Ulee Lheu menemani sendu senjaku
Menanti malam yang sebentar lagi datang

Kupandangi sebuah bingkai foto dalam pangkuan
Kulihat senyum hangat mengukir di wajah ayah yang menua
Teduh bersamamu adalah ketidakmungkinan akan terulang
Peluk hangatmu berakhir setelah pemotretan keluarga
Tiba-tiba kau ingin mengenang masa kecilku di studio foto
Memakaikan ku gaun lucu dan bandana kupu-kupu
Kemudian memelukku erat menatap ku lekat
“besok tanggal 24 Desember ayah pergi ke Sabang, hanya sehari,” bisikmu
Aroma pengap studio menemani senjaku hari itu
Menyaksikan janji terakhirmu padaku
Di luar langit merintikkan gerimis
Menangisi aku yang tak pernah mengira apa-apa
Air mata menemani sendu senjaku kini
Ku peluk erat kenangan kita yang tersimpan rahasia dalam bingkai kaca
Biar aku nikmati senjaku yang perlahan ditelan sunyi malam
Biar ku tunggu pulangmu dalam mimpi-mimpi ku yang mengawang
Penulis bernama Feti Muliasukma, mahasiwi Fakultas Kejuruan Ilmu dan Pendidikan (FKIP) jurusan pendidikan bahasa Indonesia. Ia juga merupakan anggota aktif di UKM Pers DETaK Unsyiah.




![[Lensa] Sejumlah Titik Kampus Dipenuhi dengan Tumpukan Sampah](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/06/Foto-3-1-100x75.jpg)





