Puisi | DETaK
Hai,
Apa kita laksana seperti lencana di atas kencana
Jika bisa aku menjadi seorang tabib
Tentu ku tahu apa kondisimu saat ini
Namun, tidaklah semudah yang dikata
Kata terucap dari kita yang saling bertutur
Tak mengapa kata itu tak tertuju padaku
Senantiasa penuh harap diriku akan mentari yang terbit

Kata demi kata terus terukir indah di benakku
Bak abstrak yang muncul di dalam logika
Aku tak tahu pasti ke mana aku melangkah
Namun aku yakin, aku harus menuju ke titik cahaya itu
Banyak orang bilang ini sia-sia
Namun, apa peduli omongan mereka
Insan ini yang bergerak
Tak sepatutnya mendengar lidah tajam orang-orang
Aku tetap kokoh berdiri di sini
Sembari merangkai kata
Menatap mentari nan lembut di langit sana
Mencipatakan asa bagi insan yang tak putus asa
Penulis bernama Saskia Nurul Aini, Mahasiswi Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Rimaya Romaito Br Siagian










