Opini | DETaK
“Kebersihan pangkal kesehatan.” Bunyi sepenggal pepatah tersebut telah rutin terdengar bahkan sejak kita masih menginjak usia taman kanak-kanak. Serupa pula dengan hadis yang mengatakan “Kebersihan sebagian dari iman.” Tujuan kedua kalimat tersebut sama, yaitu sama-sama menghimbau kepada seluruh umat untuk setia dalam menjaga kebersihan, baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Selain untuk kebersihan itu sendiri, menjaga kebersihan juga demi menciptakan keindahan. Sesuatu yang bersih pasti terlihat indah. Akan betah mata memandangnya. Siapa pula yang tidak menyukai keindahan.

Gelanggang Mahasiswa USK yang beralamat di Jalan Syekh Abdul Rauf No.1 Kopelma Darussalam, atau yang bahasa mudahnya masuk gerbang Kopelma dari arah Lamnyong lalu berbelok ke kanan, merupakan tempat favorit mahasiswa baik sebagai tempat olahraga maupun hanya untuk duduk-duduk saja. Menikmati suasana bersama teman-teman sambil melepas penat perkuliahan.
Sering ramai di sore hari, gelanggang ini kerap didatangi pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangannya. Macam-macam, mulai dari makanan seperti siomai, rujak, bakso goreng, serta minuman dingin dalam berbagai jenis merek populer. Pokoknya yang bisa dikonsumsi dan menggugah selera sehingga orang tertarik membelinya.
Akibat itu, cukup banyak sampah bertebaran di sekitar gelanggang. Sampah plastik pembungkus makanan serta botol bekas minuman menjadi gunung sampah, khususnya pada bagian parit gelanggang.
Masalahnya, bukannya tidak disediakan tempat sampah di gelanggang. Ada, bahkan banyak. Tersebar di sekeliling gelanggang. Ukurannya juga tampak, tampilannya pun bukan tak kasat. Kalau kata orang-orang “gede kurang gede.”
Namanya juga manusia. Dengan membanggakan kalimat yang entah dari mana datangnya, bunyi “peraturan ada untuk dilanggar” menjadi pedoman, mengalahkan titah “dilarang buang sampah sembarangan.” Mereka senang melanggar, tersenyum cengir setelah melakukan hal hina tersebut. Padahal itu bukan peraturan yang dibuat oleh suatu pihak tertentu, melainkan memang peraturan alam yang ada demi kepentingan bersama. Tidak ada yang dirugikan. Peraturan ini menganut simbiosis mutualisme.
Sungguh tega. Tega sekali menodai gelanggang kita yang seharusnya bisa terlihat elok, malah terkesan seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Pasti juga tidak nyaman beraktifitas di dalamnya. Kecuali kalau ingin kenalan dengan beberapa penyakit seperti salmonellosis, demam berdarah, hepatitis A, cacingan, dan yang lainnya yang tidak akan cukup jika disebutkan semua di sini.
Padahal setiap pagi dan sore, gelanggang selalu dibersihkan oleh tenaga kebersihan yang ada di USK. Meskipun ada tenaga kebersihan, bukan berarti kita bisa seenaknya membuang sampah di mana-mana. Mereka memang punya tugas, tapi bukankah semua manusia memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungannya? Tapi jika Anda tidak merasa sebagai manusia, silakan.
Apalagi sebagai mahasiswa, jabatan terpelajar, sudah sepatutnya kita berbuat kebaikan dan memberikan contoh kepada masyarakat lainnya. Setidaknya ada kesadaran dan merasa malu ketika tidak berbuat kebaikan seperti melanggar peraturan. Jangan sampai terdengar ucapan masyarakat sekitar, “alah, itu anak USK aja kemarin saya nampak buang sampah sembarangan.” Pekara satu orang, menangis satu kampus.
Biar nambah bahan overthinking, ada beberapa fakta tentang sampah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, limbah plastik di Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun. Studi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di tahun 2018 memperkirakan sekitar 0,26 juta-0,59 juta ton plastik ini mengalir ke laut. Mengerikan. Bahkan ternyata Indonesia adalah salah satu penyumbang plastik terbanyak, menduduki peringkat kedua terbesar di dunia, setelah Cina.
Banggakah dengan fakta tersebut? Gimana, apa masih sampai hati mencemari gelanggang tersayang kita?[]
Penulis bernama Shahibah Alyani, mahasiswi Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan anggota aktif di UKM Pers DETaK.
Editor: Aisya Syahira






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


