Beranda Terkini Sidang Pengesahan BEM USK 2026 Jadi Ujian Profesionalitas DPM dan BEM

Sidang Pengesahan BEM USK 2026 Jadi Ujian Profesionalitas DPM dan BEM

BERBAGI
Foto bersama dalam kegiatan Sidang Pengesahan Program Kerja BEM USK Periode 2026 Lantai 3 Gedung Flamboyan USK, 10/05/2026.(Zarifah Amalia/DETaK)

Arami Rizkia, Davina Dara Meisya | DETaK


Darussalam-Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Syiah Kuala (USK) adakan Sidang Pengesahan Program Kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2026 pada 10 Mei 2026, di lantai tiga Gedung Flamboyan USK. Sidang ini terdiri dari beberapa tahap.

Pada tahap pertama, sidang Pleno I membahas tata tertib sidang, kemudian masuk pada Pleno II yang membahas program kerja beserta dengan struktur badan dan komisi terkait. Pemaparan program kerja ini dimulai dari Kementerian Sosial dan Masyarakat yang berfokus pada aksi nyata pengabdian masyarakat, kepedulian sosial, edukasi untuk anak-anak serta penyandang disabilitas. Kemudian, pemaparan dilanjutkan kembali oleh 13 kementerian lainnya. Kegiatan ini berakhir pada sidang paripurna yang mengesahkan ketetapan sidang dan program kerja BEM USK Periode 2026.

Iklan Souvenir DETaK

Ketua DPM USK, Muhammad Alfath Ghifari, menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya sidang pengesahan adalah agar program kerja BEM dapat dilegalkan secara resmi.

“Dalam ketetapan DPM, apabila sidang pengesahan tidak dilakukan maka program kerja tersebut belum dianggap legal. Jadi, sidang pengesahan ini merupakan bentuk pelegalan terhadap program kerja yang telah disusun,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap hubungan antara DPM dan BEM dapat berjalan harmonis dan seluruh program kerja yang telah disusun mampu direalisasikan dengan baik.

“Harapannya harmonis, kemudian berjalan dengan baik, lalu program kerja dari BEM juga dapat direalisasikan. Kemudian dapat bermitra dengan sehat dan dinamika yang terjalin juga sehat. Layaknya tugas politik antara legislatif dan eksekutif, yang penting tetap mengedepankan profesionalitas dan rasionalitas,” ungkapnya.

M. Rudhi Anugrah, selaku ketua BEM USK mengatakan bahwa USK mengabdi menjadi program kerja utama yang paling ingin direalisasikan. Program tersebut telah dipersiapkan sejak lama karena melihat kondisi Aceh yang terkena bencana pada desember lalu. 

“Program kerja yg paling ingin dilaksanakan adalah USK mengabdi. Program ini sudah dirancang dari jauh hari, terutama karena daerah Aceh baru terkena bencana di akhir desember lalu. Saya rasa program kerja ini sangat bermanfaat agar disiplin ilmu yang kita punya di USK bisa langsung terdampak pada masyarakat,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa BEM USK siap untuk melaksanakan program kerja yang telah disampaikan pada sidang pengesahan tersebut.[]

Editor: Sara Salsabila