Beranda Terkini ALSA LC USK Gelar Kegiatan Community Gathering

ALSA LC USK Gelar Kegiatan Community Gathering

BERBAGI
Foto bersama kegiatanCommunity Gathering ALSA LC USK. (Dok. Panitia)

Zalifa Naiwa Belleil, Defi Ulantary, Zahra Zaky Atamy | DETaK

Darussalam-Organisasi ALSA LC (Asian Law Student’s Association) Local Chapter USK (Universitas Syiah Kuala) menyelenggarakan kegiatan Community Gathering dengan mengusung tema “Green Community, Better Future” yang diadakan di Taman Putroe Phang pada Sabtu, 9 Mei 2026. Acara ini turut menghadirkan diskusi terkait isu lingkungan dan pelestarian hutan, termasuk pembahasan mengenai Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) bersama pemateri Aljikri Yanto selaku GIS Officer dari HakA (Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh).

Project Officer Community Gathering sekaligus Head Division of Public Relation ALSA LC USK, Bilal Al Fajar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan  untuk mempererat silaturahmi antar UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan organisasi, baik di lingkungan kampus maupun luar kampus, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan yang sedang hangat diperbincangkan. Ia juga menjelaskan, hasil Focus Group Discussion (FGD) dalam kegiatan ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk pelaksanaan program lanjutan ALSA HOPE (Helping Our Planet Ecosystem) yang berfokus pada kegiatan volunteer dan aksi langsung di lapangan terkait lingkungan.

Iklan Souvenir DETaK

“Acara Community Gathering ini buat jalin silaturahmi UKM dan organisasi, plus angkat isu lingkungan yang lagi hangat. Kami bikin FGD buat persiapan acara lanjutan ALSA HOPE yang akan melibatkan kegiatan volunteer dan aksi langsung di lapangan,” ucapnya.

Menurut Bilal, tema “Green Community, Better Future” diangkat sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan yang mengalami kerusakan akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Selain memperkuat hubungan antar organisasi, FGD juga diharapkan mampu meningkatkan pola pikir kritis peserta dalam melihat berbagai persoalan lingkungan.

“Kami bawa tema “Green Community, Better Future” buat bantu membangun ulang lingkungan kita yang udah rusak, entah akibat bencana alam atau ulah manusia,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Aljikri Yanto selaku GIS Officer HAkA menjelaskan bahwa Kawasan Ekosistem Leuser merupakan kawasan strategis nasional dengan luas mencapai 2,6 juta hektare yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan masyarakat serta habitat berbagai flora dan fauna langka di Sumatra. Ia menyebutkan bahwa hutan Aceh memiliki nilai ekonomi mencapai Rp412,3 triliun apabila dilestarikan melalui manfaat suplai air, pembangkit listrik, ekowisata, dan penyerapan karbon.

Aljikri juga menjelaskan bahwa kehilangan tutupan hutan di kawasan KEL selama 2021–2025 mengalami peningkatan signifikan akibat  faktor alam seperti longsor dan abrasi. Aktivitas antropogenik juga menjadi fakor pendukung lainnya seperti perkebunan, logging, pertambangan, dan pembangunan jalan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena KEL berperan sebagai sumber pengaliran air bagi sekitar 4 juta penduduk di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

Bilal berharap kegiatan Community Gathering dapat memberikan dampak positif bagi organisasi yang terlibat dan memperkuat hubungan antar UKM serta organisasi lainnya. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dengan konsep dan pembahasan yang lebih baik pada kepengurusan berikutnya.

“Harapanku, acara ini berdampak buat organisasi yang ikut, bisa jalin silaturahmi bukan cuma antar ALSA dan UKM lain, tapi juga UKM lainnya sama UKM lain. Semoga acara ini bisa lebih baik dan berkembang ke depannya,” ujarnya. []

Editor: Nasywa Nayyara Tsany