Beranda Opini Belajar dengan Tablet, Langkah Cerdas atau Sekedar Tren?

Belajar dengan Tablet, Langkah Cerdas atau Sekedar Tren?

BERBAGI
Ilustrasi ( Dok. Ist)

Opini | DETaK

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang Pendidikan. Banyak pelajar kini menggunakan beragam perangkat teknologi seperti handphone, laptop, komputer, dan tablet untuk menunjang proses belajar-mengajar. Di antara perangkat–perangkat tersebut, tablet menjadi salah satu yang semakin popular dan mulai banyak digunakan, terutama dikalangan mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh tablet dalam menunjang aktivitas belajar. Namun, muncul pertanyaan, apakah meningkatnya penggunaan tablet ini merupakan peluang untuk meningkatkan kualitas Pendidikan atau justru menimbulkan tantangan baru ?

Sebagai poin pertama dari sisi positif penggunaan tablet di kalangan mahasiswa adalah mempermudah mahasiswa  dalam mencari bahan belajar. Sebagai contoh, ketika mahasiswa perlu mencari sumber bacaan seperti jurnal, buku-buku, atau contoh skripsi sebagai  sumber referensi, mereka tidak  perlu repot  ke  perpustakaan  terlebih dahulu. Mahasiswa dapat mengakses berbagai bahan bacaan dari tablet mereka, sehingga waktu yang digunakan menjadi lebih efisien dan efektif dibandingkan mencari daftar buku di perpustakaan yang memakan waktu lebih banyak. Membaca bahan bacaan dari tablet juga memberikan kemudahan, di mana tablet sendiri memiliki ukuran layar yang dua hingga tiga kali lipat lebih besar dari layar smartphone pada umumnya.

Iklan Souvenir DETaK

Sebagai tambahan, tablet dapat menggantikan peran buku tulis. Dengan menggunakan tablet, mahasiswa tentunya tidak perlu membawa buku tulis tambahan untuk mencatat, kecuali saat memang diperlukan. Tablet menyediakan berbagai macam fitur yang sangat bermanfaat, tidak hanya untuk mencatat namun juga untuk menggambar dan menyusun catatan agar  lebih  terstruktur  dan efisien.  Selain itu, mengganti buku tulis dengan tablet adalah salah satu langkah inovatif dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah kertas.

Di samping itu, ukuran tablet yang lebih ringan dibandingkan dengan laptop juga merupakan salah satu keunggulan tablet yang termasuk sebagai sisi positif dari penggunaannya di kalangan mahasiswa. Meski memiliki layar yang luas, desainnya yang tipis dan ramping serta bobot yang ringan membuat tablet tidak memakan banyak tempat dan nyaman untuk dibawa ke mana-mana, terutama ke kampus. Berbeda dengan laptop yang cenderung berukuran lebih besar dan memakan tempat, sehingga terasa berat saat dibawa kemana saja. Mahasiswa tidak hanya bisa mengakses berbagai macam aplikasi pembelajaran di tablet, namun juga dapat membuka berbagai aplikasi Microsoft Office, seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Oleh karena itu, banyak mahasiswa yang sudah beralih menggunakan tablet untuk membantu mereka belajar.

Dibalik sisi positif penggunaan tablet dalam dunia akademik, penggunaan tablet menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diperhatikan dengan saksama. Tantangan utama dalam penggunaan tablet untuk keperluan akademik adalah biaya aplikasi dan langganan. Meskipun banyak aplikasi pembelajaran yang tersedia, sebagian besar fitur terbaiknya hanya bisa diakses dengan membayar. Bagi mahasiswa, biaya ini bisa menjadi beban tambahan di luar kebutuhan pokok lainnya, seperti biaya kuliah dan buku. Ketergantungan pada aplikasi berbayar juga dapat membuat akses terhadap pembelajaran digital menjadi tidak merata.

Selain itu, distraksi saat belajar menjadi sisi negatif yang cukup menonjol. Tablet yang terhubung langsung ke internet memudahkan akses ke berbagai platform hiburan seperti media sosial, game, atau layanan streaming. Jika tidak digunakan secara disiplin, perangkat ini justru bisa mengurangi fokus mahasiswa saat mengikuti perkuliahan atau saat belajar mandiri. Dalam beberapa kasus, mahasiswa bisa terdorong untuk membuka aplikasi non-akademik saat kuliah berlangsung.

Tak kalah penting, penggunaan tablet juga menimbulkan kesenjangan sosial di antara mahasiswa. Tidak semua orang mampu membeli tablet, yang harganya relatif tinggi dibanding perangkat belajar lain. Hal ini dapat memicu perasaan minder atau tekanan sosial bagi mereka yang tidak memilikinya. Di sisi lain, ada pula mahasiswa yang membeli tablet karena ikut tren, bukan karena kebutuhan akademik yang nyata. Fenomena ini berpotensi menimbulkan pergeseran nilai dalam lingkungan kampus, dari fungsi ke gaya hidup.

Kesimpulannya, tablet dapat menjadi alat yang berguna yang memberikan banyak kemudahan dalam proses pembelajaran mahasiswa karena memberikan kemudahan akses terhadap materi, dapat menggantikan fungsi buku tulis, dan praktis dibawa ke mana saja , hal ini menjadikan tablet sebagai alternatif yang praktis dibandingkan dengan laptop . Namun demikian, penggunaan tablet juga menghadirkan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap aplikasi berbayar, potensi distraksi akibat kemudahan mengakses hiburan digital, serta resiko kesenjangan sosial dikalangan mahasiswa. Oleh karena itu, penggunaan tablet harus disertai dengan sikap bijak dan tanggung jawab agar manfaat yang diberikan dapat dirasakan secara optimal dalam dunia Pendidikan.

Penulis bernama Cinta Aisyah Humairah, farzana Zafira, alifiya salsabila, dan Faras Fitria Aryani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Syiah Kuala.

Editor : Rimaya Romaito Br Siagian