Rossdita Amalya, Zafira Miska | DETaK
Darussalam- Universitas Syiah Kuala (USK) selenggarakan Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU) untuk menyambut mahasiswa baru Angkatan 2023 pada Selasa, 15 Agustus 2023 di Gedung AAC Dayan Dawood USK.
Berbeda dari tahun sebelumnya, PAKARMARU tahun ini diselenggarakan secara hybrid, dimana hanya 1.500 mahasiswa saja yang hadir secara luring dan sekitar 1.445 diisi oleh mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa PAKARMARU dilaksanakan secara Hybrid?

Menanggapi hal ini, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Ilham Maulana menjelaskan bahwa, tahun ini ada banyak sekali kegiatan. Selain itu, perubahan status USK sebagai PTN BH mengharuskan mereka untuk mengatur ulang kembali semuanya, termasuk sistem diitambah Gedung AAC yang disewakan untuk kegiatan lain.
“Tahun ini dalam waktu yang bersamaan sangat banyak kegiatan. Kita kan baru berubah dari PTN BLU ke PTN BH semua harus kita atur ulang, semua harus kita format ulang, termasuk sistem. Kemudian kita juga bulan ini harus buat raker segera, kemudian kemarin ada pengukuhan guru besar tidak mungkin diundur lagi karena schedule sudah sangat padat. AAC juga disewa untuk kegiatan lain,” jelasnya.
Ilham melanjutkan, karena itulah dengan berat hati PAKARMARU akhirnya dilaksanakan secara Hybrid. PAKARMARU tetap diadakan selama tiga hari, namun di Universitas hanya dilaksanakan satu hari saja dan sisanya dilaksanakan di fakultas masing-masing di dua hari selanjutnya.
“Jadi akhirnya dengan berat hati kita adakan tiga hari tapi di universitas satu hari yaitu di tanggal 15, kita harapkan di fakultas dibuat tanggal 16 dan 17 walaupun ada fakultas yang memulai lebih awal untuk kegiatan tertentu,” tambahnya
Selanjutnya, Ilham mengatakan bahwa pembinaan mahasiswa tidak hanya PAKARMARU saja karena kegiatan ini hanyalah pembukaan. Namun, ia juga tahu bahwa semua ingin pembukaan yang bisa diingat, namun tidak dapat dilakukan karena ada agenda lain yang juga sangat penting.
“Pembinaan mahasiswa baru bukan hanya di PAKARMARU, PAKARMARU itu hanya pembukaan. Walaupun kita semua ingin pembukaan yang memorable tapi keinginan dan kondisi tidak selalu sama. saya ingin juga, tapi karena ada beberapa agenda lain yang juga sangat penting ya akhirnya kita buat Hybrid. Itu pilihan yang berat,” ungkapnya
Di akhir, Ilham menyampaikan bahwa keputusan ini memang tidak ideal namun ia berharap keputusan ini dapat diterima semua pihak.
“Saya tahu ini nggak ideal, tapi inilah yang mungkin kita lakukan untuk tahun ini. Kita harapkan bisa diterima oleh semua pihak,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua BEM USK, M. Habil Fasya menyampaikan pihaknya tidak setuju dengan Pakarmaru hybrid ini.
“Tapi hari ini sudah dibawah rektorat dengan konsep hybrid, kalau kita lihat urgensinya tidak ada, covid tidak, kalau kita liat dana IMTGT pun jalan kan? Kalau kita lihat fasilitas, fasilitasnya saya rasa semua elemen di kampus ini dapat menampung mahasiswa, seperti itu. Tapi dengan hadirnya konsep begitu, jelas kami tidak setuju,” ujar Habil.
Lebih lanjut, Habil menambahkan bahwa banyak mahasiswa baru yang mengeluh dengan sistem hybrid tersebut di media sosial.
“Dan bisa kalian lihat komentar di instagram BEM USK atau tiktok sangat jelas bagaimana mahasiswa baru berkeluh kesah, ada yang bilang UKT tinggi tapi fasilitas tidak sesuai, ada yang jauh-jauh kesini ingin merasakan bagaimana menjadi mahasiswa baru USK, tapi semua jadi online,” tambah Habil
Disisi lain, seorang mahasiswa baru yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya pada keputusan tersebut.
“Anak-anak diluar KIP juga ingin merasakan menjadi mahasiswa juga kak. Kemarin jumpa kawan yang nggak lulus KIP, dia bilang udah mahal bayar UKT tapi nggak bisa ikut PAKARMARU jadi keluar rasa kecewanya,” ungkapnya.[]
Editor: Aisya Syahira











