Artikel | DETaK
Bicara mengenai insecure, akhir-akhir ini sering banget nggak sih kamu mendengar kata-kata insecure? Lalu sebenarnya apa sih artinya dan bagaimana cara mengatasinya?
Menurut Abraham Maslow (1942) insecure merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang ketika merasa tidak aman, memandang dunia sebagai tempat yang mengancam dan merasa bahwa manusia memiliki sifat yang membahayakan dan egois. Seseorang yang mengalami ini biasanya merasa ditolak, dikucilkan, merasakan pesimis dan tidak bahagia dengan dirinya sendiri.
Perasaan Insecure (tidak aman) biasanya berasal dari perasaan takut dan kecemasan sehingga membentuk pemikiran bahwa kita tidak bisa berinteraksi dengan orang lain, tidak percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki, merasakan bahwa kita pantas mendapatkan penolakan dari lingkungan, merasakan orang lain tidak menyukai kita, dan hal-hal negatif lainnya.
Insecure juga disebabkan oleh faktor lingkungan yang terbentuk menjadi standar sosial sehingga kita membanding-bandingkan diri dengan orang lain seperti membandingkan achievement atau pencapaian, membandingkan paras wajah, tubuh, penghasilan, dan pekerjaan.
Seseorang yang mengalami insecure memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Merasa tidak diterima oleh lingkungan
2. Merasa terisolasi dan dijauhi oleh sosial
3. Merasa cemas dengan apapun yang dilakukan
4. Merasa pesimis dengan kemampuan yang dimiliki
5. Merasa tidak bahagia dengan kehidupan
6. Merasa bersalah
7. Egois
8. Berusaha mendapatkan kembali rasa secure (aman) dengan berbagai cara
Perasaan insecure merupakan suatu hal yang normal dan bisa berdampak positif. Dengan insecure seseorang dapat merubah hidupnya menjadi lebih baik. Namun perasaan insecure juga berdampak negatif apabila perasaan ini sudah berlebihan sehingga berpengaruh bagi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.
Lalu, jika selama ini kamu mengalami perasaan insecure, apa sih hal-hal yang harus dilakukan? Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa insecure.
1. Mencari alasan atau penyebab perasaan insecure itu muncul dan jadikan hal tersebut motivasi untuk merubah diri sendiri menjadi lebih baik.
2. Fokus dengan hal lain seperti mengembangkan potensi atau kemampuan yang kamu miliki daripada memikirkan hal yang tidak kamu miliki.
3. Buatlah goals kecil atau pencapaian sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari agar menjadi bukti bahwa, kalau kamu mampu mencapai goals-goals kecil maka kamu pasti mampu mancapai goals yang besar.
4. Belajar menerima diri sendiri dengan bersyukur terhadap apa yang dipunyai dan apa yang sudah dicapai saat ini. Karena kalau bukan kamu yang menerima diri sendiri, siapa lagi?[]
Dengan melakukan hal-hal di atas, semoga dapat membantu kita semua dalam mengelola dan mengurangi perasaan insecure.
Penulis bernama Laura Agitya Almira, mahasiswi Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala angkatan 2018.
Editor: Indah Latifa


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-238x178.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-238x178.png)


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


