Artikel | DETaK
Bulan Sya’ban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Hijriyah (Islam) yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Secara bahasa, Sya’ban berarti ”bercabang” atau ”tersebar” . Kata ini merujuk pada kebiasaan orang Arab yang berpencar mencari air atau menyiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam islam, bulan Sya’ban dianggap sebagai persiapan sebelum memasuki bulan Ramadhan sehingga umat muslim dianjurkan untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah.
Pada bulan Sya’ban terdapat malam istimewa yang dikenal dengan Nisfu Sya’ban yakni malam pertengahan bulan Sya’ban atau malam ke-15 yang pada tahun ini jatuh pada kamis malam (malam jumat) tanggal 13 Februari 2024 (dari malam 14 ke 15 Sya’ban 1445 H).

Dalam beberapa riwayat, Malam Nisfu Sya’ban adalah malam pengampunan dan disebutkan bahwa pada malam ini Allah SWT membukakan pintu ampunan kepada hamba-hamba yang memohon ampun kepada-Nya.
Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah melihat pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah). Hadis ini menunjukkan bahwasanya Allah SWT pada malam tersebut memberikan pengampunan kepada hamba-hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih menyekutukan Allah SWT dan menyimpan permusuhan terhadap sesama.
Berdasarkan pendapat yang dilansir dari Ustazah Halimah Alaydrus mengenai malam Nisfu Sya’ban, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban, di antaranya:
1. Membaca Surat Yasin 3 kali
Membaca surat Yasin di malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengisi malam tersebut dengan ibadah. Membaca surat Yasin tiga kali pada malam Nisfu Sya’ban dilakukan dengan niat yang berbeda:
• Bacaan Yasin pertama, diniatkan agar dikaruniai umur yang berkah. Umur yang panjang dalam beribadah, keberkahan, kebaikan dan kemanfaatan.
• Bacaan Yasin kedua, diniatkan agar dikaruniai rezeki yang halal serta kehidupan yang berkah dunia dan akhirat.
• Bacaan Yasin ketiga, diniatkan agar dikaruniai kematian dalam husnul khotimah dan memohon keteguhan iman, serta cinta kepada Allah dan rasul
2. Membaca doa Nisfu Sya’ban
Setelah membaca surat Yasin dianjurkan untuk membaca doa khusus malam Nisfu Sya’ban. Doa ini berisi permohonan ampunan, rahmat, serta perlindungan dari segala keburukan.
3. Memperbanyak berdoa dan istigfar
Malam Nisfu Sya’ban adalah waktu yang sangat baik untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa pada malam ini Allah mengampuni dosa hamba-hamba-Nya, kecuali mereka yang masih dalam keadaan syirik atau memiliki permusuhan dengan sesama. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar (Astaghfirullahal ‘Azim) dan doa memohon ampunan sangat dianjurkan.
4. Bersedekah
Bersedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan, terutama di malam-malam yang penuh berkah seperti Nisfu Sya’ban. Bersedekah tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi sarana untuk membersihkan hati dan mendapatkan keberkahan dalam rezeki.
Imam Syafi’i berkata: Saya pernah mendengar kabar bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan 5 malam doa tidak ditolak Allah yaitu malam 1 Rajab, Malam Nisfu Sya’ban, Malam Idul Fitri, malam Idul Adha dan malam Jumat.
Dengan memahami keutamaan malam Nisfu Sya’ban dan mengamalkan ibadah yang telah dianjurkan, kita dapat memanfaatkan waktu ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan kecil yang dilakukan dengan konsisten akan membawa keberkahan dan kebaikan dalam hidup kita. Lebih baik memulai dengan sedikit daripada tidak beramal sama sekali.
Penulis adalah Amirah Nurlija Zabrina, mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Fathimah Az Zahra










