Beranda Artikel Bendungan Irigasi Kuta Tinggi Jadi Tujuan Berlibur Singkat Melepas Penat

[DETour] Bendungan Irigasi Kuta Tinggi Jadi Tujuan Berlibur Singkat Melepas Penat

BERBAGI
Gambar Bendungan Irigasi Kuta Tinggi. (Rani Mauizzah/DETaK)

Artikel | DETaK

Aceh Barat Daya atau yang dikenal dengan Abdya merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Aceh. Abdya adalah pemekaran dari Aceh Selatan dan resmi menjadi kabupaten pada tahun 2002, lokasi yang strategis membuat Abdya memiliki banyak tempat wisata yang berada di laut dan juga pegunungan.

Salah satu wisata yang berada di wilayah pegunungan adalah Bendungan Irigasi di Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie. Tempat wisata ini ramai dikunjungi masyarakat karena pemandangannya yang masih asri berupa pegunungan dan hijaunya pohon-pohon yang berada di sepanjang jalan menuju lokasi serta aliran air yang mengalir di belakang rumah penduduk yang berasal dari Bendungan Irigasi.

Iklan Souvenir DETaK

Dari Kota Blangpidie jaraknya hanya sekitar satu kilometer, waktu yang dibutuhkan kurang lebih setengah jam untuk sampai ke sana. Untuk mengunjungi tempat ini, Sobat DETaK tidak perlu khawatir karena jalan yang ditempuh sudah mulus dan sudah diaspal. Lokasi juga mudah ditemukan, dari jalan Blangpidie-Tapaktuan belok ke Desa Kuta Tinggi selanjutnya lurus ikuti jalan, atau pengunjung bisa menggunakan Google Maps.

Di atas bendungan terdapat jembatan yang menjadi penghubung Desa Kuta Tinggi ke Desa Panton Raya. Air sungai berasal dari Gunung Kila. Selain pemandangan air putih bersih yang jatuh dari bendungan, sobat DETaK juga bisa mandi di tepian sungai yang dingin.

Melihat ke sisi samping kiri dan kanan aliran air irigasi terdapat padang rumput yang dijadikan sebagai tempat bersantai oleh masyarakat yang datang dari mana saja serta lapangan sepak bola oleh warga setempat.

Di lokasi wisata ini tidak memungut biaya masuk dan biaya parkir, pengunjung hanya perlu menyiapkan biaya untuk singgah ke kantin dan menikmati makanan yang tersedia.

Di sepanjang kaki Gunung Kila terdapat kantin-kantin yang berjejer menyajikan menu-menu makanan khas Aceh yang sangat lezat disantap sambil menghadap ke arah bendungan irigasi. Makanan-makanan yang disajikan berupa nasi goreng, mie Aceh, rujak, buah potong, sop buah dan aneka ragam jus yang segar.[]

Penulis adalah Rani Mauizzah, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala. Saat ini ia merupakan salah satu anggota UKM Pers DETaK.

Editor: Muhammad Abdul Hidayat