Artikel | DETaK
Ramadhan merupakan bulan yang selalu di nanti-nanti kedatangan oleh kaum mukmin. Bulan yang mulia yang didalamnya apabila mengerjakan amal ibadah akan dilipat gandakan pahalanya. Namun, saat menunaikan ibadah puasa ada hal-hal Makhruh dan Sunnah apabila dikerjakan.
Berikut dikutip dari akun YouTube Indonesia Bertauhid TV eps 21 membahas tentang hal-hal Makhruh dan Sunnah saat Ramadhan.

Hal yang Sunnah dilakukan saat puasa:
1. Mengakhiri waktu sahur
Mengakhiri waktu sahur ini Sunnah apabila dikerjakan, Rasulullah mengajarkan dengan makan sahur mendekati waktu imsak. Kegiatan ini dapat membuat tubuh terasa kuat saat menjalani aktivitas Ramadhan karena nutrisi tubuh yang penuh. Oleh karena itu, sangat bermanfaat bagi tubuh jika mengerjakannya .
2. Menyegerakan berbuka puasa
Rasulullah berbuka puasa dengan kurma basah. Jika tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada pula, beliau akan meminum beberapa teguk air. Hal tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah menyegerakan berbuka dengan makanan dan minuman yang sederhana. Tidak perlu mencari makanan mewah untuk menyegerakan berbuka, dengan seteguk minuman putih sudah bisa.
Hal Makruh yang dilakukan saat puasa:
1. Mengumpulkan air ludah, kemudian menelannya.
Menelan ludah merupakan aktivitas Makruh apabila dikerjakan, baik itu sengaja maupun tidak. Contohnya: kerongkongan terasa kering ketika berpuasa, menelan ludah menjadi solusinya. Sayangnya, hal ini Makruh dan dapat membatalkan puasa.
2. Mencicipi makanan tanpa adanya kebutuhan.
Sengaja mencicipi makanan karena memiliki kebutuhan diperbolehkan. Contohnya: ibu-ibu masak untuk bukaan, agar rasanya meyakinkan. Ibu-ibu mencicipi makanannya. Hal tersebut boleh dilakukan karena terdapat kebutuhan.
3. Mencium istri bagi yang mudah tergerak syahwatnya
Aktivitas ini dikhususkan untuk suami yang memiliki syahwat tinggi. Apabila ia dekat dengan istrinya, dia ingin melakukan lebih dari sentuhan. Supaya terhindar dari hal yang membatalkan puasa, Sebaiknya tidak mendekati istri saat Ramadhan, agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Penulis bernama Cut Oriza Satifa, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP), Universitas Syiah Kuala (USK).
Editor : Zarifah Amalia










