Meugang merupakan salah satu tradisi yang melekat pada masyarakat Aceh. Tradisi tersebut biasanya dilakukan sehari sebelum pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ciri khas dari pelaksanaan meugang ialah menyembelih dan mengkonsumsi daging lembu atau kerbau.
Ciri khas tersebut membuat harga daging naik pesat menjelang perayaan meugang. Tentu saja, sebagai mahasiswa perantauan kondisi demikian memberikan kesulitan untuk mereka ikut merayakan tradisi meugang.
Maka dari itu, untuk mahasiswa perantauan yang ingin tetap mendapatkan momen meugang, berikut tips-nya:

1. Meminta kiriman dari kampung halaman.
Mayoritas Mahasiswa perantauan pada saat pelaksanaan meugang tidak pulang dikarenakan libur yang begitu singkat. Sehingga mahasiswa perantau bisa meminta kiriman bahan-bahan atau makanan yang menjadi ciri khas meugang.
2. Bergabung ke lembaga atau komunitas sosial.
Mahasiswa dapat bergabung pada kegiatan penyembelihan hewan meugang yang diadakan oleh lembaga-lembaga sosial seperti komunitas peduli sosial atau menjadi bagian dari remaja masjid. Lembaga atau komunitas tersebut kerap kali mengadakan penyembelihan hewan meugang dan dagingnya dibagikan kepada lingkungan sekitar atau yang kurang mampu.
Maka kemudian, jika mahasiswa perantau ikut secara aktif ataupun berkontribusi pada kegiatan yang dilaksanakan, akan sangat besar peluang untuk mahasiswa perantau juga mendapatkan daging meugang tersebut secara gratis
3. Mengganti daging meugang.
Mahasiswa perantauan yang ingin merayakan tradisi meugang tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu mahal dapat mencari alternatif pengganti daging lembu untuk meugang seperti tahu dan tempe, kacang-kacangan, sayuran hijau, telur, beras merah, atau ikan. Selain karena harganya yang jauh lebih murah, alternatif tersebut juga mengandung protein yang baik untuk tubuh dan dapat diolah sekreatif mungkin.
Demikian tips dan trik yang dapat dilakukan mahasiswa peratauan ketika hari meugang tiba. Semoga membantu dan selamat menunaikan ibadah puasa
Penulis bernama Raudhatul Khaira, Mahasiswi Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan anggota aktif di UKM Pers DETaK.
Editor : Refly Nofril










