Beranda Artikel Beduk Penyemangat Sahur pada Bulan Ramadhan

[DETaR] Beduk Penyemangat Sahur pada Bulan Ramadhan

BERBAGI
Ilustrasi Beduk (Hanifah Safitri/DETaK)

Artikel DETaK

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang dinantikan bagi umat Muslim di seluruh negara, begitupun di Indonesia yang merupakan negara penganut agama Islam terbanyak. Suasana di bulan Ramadhan, suasana yang dirindukan mulai dari pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga dan merasakan shalat tarawih berjamaah, sahur dan berbuka puasa bersama. Selain itu umat Muslim semakin memperbanyak ibadahnya kepada sang pencipta.  

Setiap tahun pada bulan Ramadhan pasti mempunyai suasana tersendiri, yang awalnya masih belajar berpuasa saat masih kecil dan masih puasa setengah hari, sekarang di saat sudah beranjak dewasa kita kesulitan  “mencuri-curi” waktu untuk dapat mengambil cuti pulang ke kampung halaman dan menjalani puasa bersama keluarga.

Iklan Souvenir DETaK

Meski kini terpisah dengan keluarga dikarenakan merantau di Kota lain, namun pada momen tertentu, misalnya saat beduk sahur menyapa tidur, kita teringat dengan kenangan masa kecil disaat sahur ibu membangunkan dan memasakan menu sahur kesukaan anaknya, sehingga semangat untuk berpuasa pada esok hari.

Selain itu merindukan suasana di masa kecil saat bulan Ramadhan, apalagi di kampung banyak teman masa kecil yang banyak melakukan kegiatan pada bulan tersebut. Misalnya pernah ramai-ramai memukul beduk di Musholla sebagai pemberitahuan sahur, bahkan berkeliling komplek perumahan untuk membangunkan sahur warga sekitar.

Beduk adalah alat komunikasi tradisional dan alat musik tabuh seperti gendang yang sering digunakan oleh masyarakat salah satunya di bulan Ramadhan ini. Karena itu beduk bagian masa kecil yang ikut meramaikan suasana pada bulan Ramadhan dan bisa menjadi penyemangat sahur.

Penulis adalah Safinaz Olvia. Mahasiswi Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan anggota aktif di UKM Pers DETaK.

Editor: Aisya Syahira