
Siaran Pers
Darussalam-Enam mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala (USK), melaksanakan kampanye sosial bertajuk “Membaca Itu Seru” untuk siswa MTsN 4 Banda Aceh. Kegiatan ini berlangsung melalui kolaborasi dengan UPT Perpustakaan dan E-Learning USK serta Duta Baca USK di Ruang Seminar Adnan Kanton, Rabu 28 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–10.00 WIB ini diikuti oleh 10 siswa kelas VII MTsN 4 Banda Aceh yang didampingi dua guru. Kampanye ini dilaksanakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Pemasaran Sosial, sekaligus mengubah anggapan bahwa membaca adalah kegiatan yang membosankan. Siswa kelas VII dipilih karena baru memasuki jenjang madrasah tsanawiyah dan masih membentuk kebiasaan belajar, sehingga pengenalan membaca di luar buku pelajaran diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sejak dini.

Materi tentang membaca disampaikan oleh Duta Baca Berbakat USK 2026, Syifa Ashoura Al Safa. Dalam pemaparannya, Syifa mengajak siswa melihat bahwa membaca tidak harus dimulai dari buku pelajaran, melainkan bisa dari bacaan yang sesuai minat, seperti buku fiksi. Ia menjelaskan bahwa membaca dapat memperkaya kosakata, melatih imajinasi, dan membantu pembaca memahami sudut pandang orang lain. Melalui materi tersebut, Syifa menekankan bahwa membaca adalah kegiatan yang seru dan menyenangkan, bukan sekadar kewajiban akademik.
Setelah pemaparan materi, peserta menyaksikan video edukasi buatan tim mahasiswa. Video itu bercerita tentang seseorang yang awalnya menganggap membaca kaku dan membosankan, lalu mengubah pandangannya setelah temannya memperkenalkan buku fiksi. Lewat cerita dan adegan imajinatif, termasuk gambaran peperangan, video tersebut menunjukkan bahwa buku fiksi dapat membawa pembaca ke beragam pengalaman dan dunia yang berbeda. Dengan begitu, membaca tidak selalu identik dengan belajar formal, tetapi juga bisa menghibur.
Kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif yang dipandu Syifa. Para siswa menjawab pertanyaan dengan respons yang dinilai baik oleh tim. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi.
Setelah kuis, siswa diajak berkunjung ke sejumlah area UPT Perpustakaan dan E-Learning USK. Mereka diperkenalkan dengan fasilitas membaca dan koleksi buku, termasuk buku fiksi. Kunjungan ini memberi gambaran langsung bahwa perpustakaan adalah ruang untuk menemukan bacaan sesuai minat, bukan hanya tempat mencari referensi pelajaran.
Rozia mengatakan bahwa pengenalan buku fiksi merupakan salah satu cara mendekatkan siswa dengan aktivitas membaca. Menurutnya, minat terhadap cerita bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan membaca.
“Menurut saya, membaca tidak harus selalu dimulai dari buku pelajaran. Buku fiksi juga bisa menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan minat baca, memperkaya kosakata, melatih imajinasi, dan membantu siswa memahami sudut pandang orang lain. Harapannya, melalui langkah kecil seperti ini, siswa bisa mulai melihat membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan,” ujar Rozia.
Sementara itu, Nabil, salah satu siswa kelas VII MTsN 4 Banda Aceh yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku sangat senang dengan kegiatan tur perpustakaan. Ia baru mengetahui bahwa perpustakaan memiliki banyak koleksi buku yang menarik, tidak hanya buku pelajaran, dan berharap dapat lebih sering membaca serta berkunjung ke perpustakaan setelah mengikuti kegiatan ini.
“Saya senang sekali waktu keliling perpustakaan. Ternyata bukunya banyak dan ada buku cerita yang seru. Nanti saya mau ke perpustakaan lagi,” ujar Nabil.
Kolaborasi ini melibatkan tiga pihak dengan peran masing-masing. Mahasiswa merancang program dan media edukasi, Duta Baca menyampaikan materi dan memandu interaksi, sedangkan pihak perpustakaan menyediakan fasilitas agar siswa bisa mengenal lingkungan literasi secara langsung.
Melalui program “Membaca Itu Seru”, tim berharap siswa memandang membaca bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan aktivitas yang bisa dinikmati sesuai minat masing-masing. Kampanye ini diharapkan menjadi langkah awal membangun kebiasaan membaca, baik di sekolah maupun di luar sekolah.[]
Editor: Kamilina Junita Damanik









