Beranda Terhangat Penggunaan Bahasa Aceh di Kalangan Generasi Muda Kian Menurun

Penggunaan Bahasa Aceh di Kalangan Generasi Muda Kian Menurun

BERBAGI
Wawancara dengan Muhammad Iqbal selaku dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (22/09/2026). (Divi Novika Eldiandri/DETaK)

Divi Novika Eldiandri | DETaK

Darussalam—Penggunaan bahasa Aceh di kalangan anak muda dinilai semakin berkurang seiring meningkatnya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena tersebut terlihat dari semakin dominannya penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa. Hal itu disampaikan oleh sejumlah dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Syiah Kuala saat diwawancarai di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK pada Selasa, 22 September 2026.


Muhammad Iqbal, selaku dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Syiah Kuala, berpendapat bahwa kebiasaan berbahasa terbentuk dari lingkungan. Menurutnya, semakin sedikit anak muda yang menggunakan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari. Maka dapat dipastikan suatu saat bahasa Aceh akan punah, salah satu penyebabnya adalah sudah mulai ditinggalkan oleh penuturnya.

Iklan Souvenir DETaK


“Memang penggunaan bahasa Aceh selama ini sudah memprihatinkan, jadi kalau kita melihat mahasiswa, terutama yang lahir di kota madya Banda Aceh, atau ibu kota lainnya itu rata-rata tidak bisa berbahasa Aceh karena mereka di rumah diajarkan bahasa ibunya, bahasa Indonesia,” ujarnya.

Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Syiah Kuala lainnya, Rostina Taib, menilai pelestarian bahasa Aceh harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, kebiasaan menggunakan bahasa Aceh sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kelestariannya.


“Tentu keluarga itu memiliki peran dan andil yang sangat besar, terutama karena bahasa itu dipelajari di rumah. Sebaiknya, yang berbahasa ibunya itu adalah bahasa Aceh memang menerapkan bahasa Aceh di rumah,” jelasnya.


Sementara itu, mahasiswi FKIP USK, Gisty Gefira Al-Zahra, mengatakan bahwa penggunaan bahasa Aceh sudah mulai berkurang di kalangan anak muda.

“Bisa kita lihat dari sekitar bahwa orang Aceh tetapi tidak begitu mahir dalam berbahasa Aceh. Mungkin hanya mengetahui beberapa kosakata saja, tetapi juga bahkan ada yang sama sekali tidak mengetahuinya,” ujarnya.
Upaya pelestarian bahasa Aceh dinilai memerlukan peran bersama dari keluarga, pendidikan, serta pemerintah agar bahasa daerah tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.[]

Editor: Husniyyati