
Ade Irma Aprianti | DETaK
Darussalam-Seminar Nasional MUNAS XIII & TIMTI XXII mengangkat tema “Strengthening the Role of the Mining Industry in Supporting Sustainable Economic Growth in the Energy Transition Era” guna mendorong penguatan industri pertambangan berkelanjutan di Anjungan Mon Mata, Kota Banda Aceh, pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota Perhimpunan Mahasiswa Tambang Indonesia (PERMATA Indonesia) sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS XIII) dan Temu Ilmiah Mahasiswa Tambang Indonesia (TIMTI XXII).

Seminar membahas arah pengembangan industri pertambangan Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah era transisi energi. Pengembangan sektor pertambangan dinilai perlu diarahkan pada hilirisasi, industrialisasi, tata kelola yang baik, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
Selain meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral melalui pengolahan di dalam negeri, pengembangan industri pertambangan juga membutuhkan kepastian hukum, iklim investasi yang stabil, ketersediaan bahan baku, serta penguatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut dinilai penting agar industri pertambangan mampu berkembang sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal.
Seminar juga menyoroti penerapan prinsip Good Mining Practice (GMP), Environmental, Social, and Governance (ESG), Corporate Social Responsibility (CSR), serta social performance. Penerapan prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, masyarakat, dan lingkungan dalam aktivitas pertambangan.
Dalam konteks Aceh, potensi mineral seperti bijih besi dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan. Namun, pemanfaatannya membutuhkan dukungan teknologi, kebijakan, investasi, serta sumber daya manusia yang kompeten agar pengembangan sektor pertambangan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Ketua Panitia MUNAS XIII & TIMTI XXII, M. Fathan Aulia Irza, berharap hasil pembahasan dalam seminar dapat memberikan kontribusi terhadap arah kebijakan pertambangan nasional.
“Kami harap dengan hasil seminar nasional hari ini, poin-poin yang dihasilkan akan menjadi rumusan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke depannya. Kepada seluruh delegasi, selamat menikmati dinamika yang akan terjadi,” ujar Fathan.
Melalui seminar tersebut, mahasiswa tambang tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri pertambangan, tetapi juga diharapkan dapat memahami tantangan sektor pertambangan dalam menghadapi tuntutan keberlanjutan dan transisi energi.[]
Editor: Zalifa Naiwa Belleil









