
Arami Rizkia & Rizki Mauliza Yanti | DETaK
Darussalam – Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), Zhafran Trashadi, berhasil menyabet gelar Juara 1 pada ajang Clinical Case Fair dalam rangkaian IFMSA Asia Pacific Regional Meeting 2026 yang digelar di The University of Hong Kong pada awal Juli lalu.
Bagi Zhafran, kemenangan ini datang di luar dugaan. Ia mengaku sempat pesimis mengingat lawan-lawannya berasal dari berbagai negara dengan kualitas presentasi yang tidak main-main.

“Awalnya saya tidak menyangka dapat meraih Juara 1 karena peserta yang ikut juga berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Jadi, saat nama saya diumumkan, alhamdulillah rasanya sangat bahagia dan bangga karena usaha yang saya lakukan selama satu bulan ini membuahkan hasil dan bisa membawa nama USK dan Indonesia di ajang internasional,” ujar Zhafran.
Zhafran menjelaskan, tantangan tangan terbesar justru muncul dari tuntutan untuk menjaga keseimbangan antara kualitas ilmiah dan daya tarik presentasi. Case report yang dibawakan harus kokoh secara akademik, namun tetap mampu disampaikan secara efektif dan menarik di hadapan juri lintas negara. Ditambah lagi, ia harus berhadapan dengan peserta internasional yang memiliki kemampuan presentasi mumpuni.
“Momen yang paling berkesan adalah ketika sesi tanya jawab dengan dewan juri dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Pertanyaan yang diberikan cukup mendalam dan menuntut pemahaman yang komprehensif mengenai kasus yang saya presentasikan. Saya merasa sangat lega ketika mampu menjawab dengan baik,” jelasnya.
Salah satu momen yang paling membekas bagi Zhafran adalah sesi tanya jawab bersama dewan juri dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Pertanyaan yang dilontarkan tergolong mendalam dan menuntut pemahaman komprehensif atas kasus yang ia presentasikan. Rasa lega menyelimutinya begitu ia mampu menjawab setiap pertanyaan dengan baik. Namun, momen paling membahagiakan tetap datang saat namanya disebut sebagai peraih Juara 1, sebuah pengalaman yang akan selalu ia kenang.
Zhafran mengatakan, alih-alih berpuas diri, prestasi ini justru menjadi pemicu semangat baru bagi Zhafran untuk terus melangkah. Ia berkomitmen untuk aktif mengikuti konferensi, penelitian, maupun kompetisi ilmiah lain guna terus mengasah kemampuannya. Ia juga bercita-cita melanjutkan pendidikan di luar negeri dan berharap pengalaman di Hong Kong ini menjadi salah satu langkah awal menuju tujuan tersebut.
“Saya ingin terus aktif mengikuti konferensi, penelitian maupun kompetisi ilmiah agar kemampuan saya terus berkembang. Dalam jangka panjang, saya juga memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri,” ujarnya.
Tidak ingin berhenti pada satu pencapaian, Zhafran ingin terus berkembang, baik di ranah akademik maupun nonakademik. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana seluruh pengalaman ini kelak menjadi bekal untuk menjadi dokter yang kompeten sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat.
Di akhir perbincangan, Zhafran menitipkan pesan bagi mahasiswa lain yang masih ragu untuk mencoba peruntungan di ajang ilmiah.
“Jangan pernah ragu untuk mencoba. Banyak orang merasa belum cukup siap, padahal proses mempersiapkan diri justru menjadi kesempatan terbaik untuk berkembang,” pesannya.
Ia menekankan pentingnya mempersiapkan materi dengan sungguh-sungguh, tidak takut menghadapi tantangan, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Menurutnya, orientasi pada kompetisi seharusnya tidak melulu soal menang, melainkan juga soal belajar, memperluas jaringan, dan membawa nama baik institusi serta Indonesia di tingkat internasional.
“Dengan kerja keras, disiplin, dan doa, saya percaya setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk meraih prestasi di kancah dunia,” tutupnya. []
Editor: Kamilina Junita Damanik

![[DETOuR] Ayam Taliwang: Ikon Kuliner Khas Nusa Tenggara Barat](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/07/Ilustrasi-Jihan-Sabila-Fadma-1-238x178.jpg)

![[DETOuR] Papeda, Warisan Kuliner Khas Papua Selatan yang Kaya Rasa dan Makna](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/08/Davina-Dara-Meisya-Papua-Selatan-100x75.png)





