Beranda Cerbung Green Inside Out: Chapter 4

Green Inside Out: Chapter 4

BERBAGI
Ilustrasi. (Neni Raina Mawaddah | DETaK)

Cerbung | DETaK

Lyn terdiam merenungi suasana malam dini hari dengan tenang di dapur miliknya, sambil meneguk secangkir cokelat panasnya, menunggu masuknya waktu subuh. Lyn menyukai suasana malam, terutama pada musim dingin. Ia merasa nyaman dengan cuaca dingin yang menusuk, seperti kebanyakan orang Rusia pada umumnya. Ditambah dengan suasana malam yang sepi dan hening yang meningkatkan rasa ketertarikan Lyn, mengunci pandangannya pada langit penuh bintang. Menjadi dasar keputusan Lyn untuk tidak kembali melanjutkan tidurnya dan tetap terjaga.

Secara perlahan-lahan, Lyn pun menghisap coklat panasnya hingga habis tak bersisa sebelum beranjak, meletakkan cangkir bekas di washtafel dan melangkahkan kakinya menuju studio tembikarnya dan melanjutkan pekerjaannya. Lyn dengan perlahan mengangkat sebuah tembikar berwarna merah muda, dengan bentuk seperti buah strawberry terbalik namun dengan bibir seperti kelopak bunga dan sertai kaki berbentuk gagang cangkir tiga buah. Tampak dengan jelas bahwasanya tembikar yang merupakan vas tersebut terinspirasi dari buah strawberry serta arsitektur klasik bergaya Edwardian era.

Iklan Souvenir DETaK

Desain ini sangat feminin dengan suasana manis buah dan elegan klasik yang tidak simple dan modern, melainkan sengaja dibuat berdasarkan desain 2 dekade yang lalu. Desain yang sangat anti-mainstream ini Lyn curahkan untuk coach Margaret. Lyn merasa vas yang ia ciptakan ini telah menangkap aura Margaret dengan sempurna. Ia dengan cepat membungkus vas tersebut ke dalam box dan mengisi sela-selanya dengan bubble wrap untuk menjaga agar tembikar tersebut tidak pecah, kemudian ia mengambil bunga untuk dirangkai.

Beberapa tangkai bunga chrysanthemum dan anemone digunakan sebagai dasar rangkaiannya. Berbeda dari biasanya, rangkaian bunga ini Lyn buat untuk dirinya sendiri. Lyn menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuannya dalam merangkai bunga, selain untuk menghabiskan waktu. Lagipula, jika Lyn mengerjakan rangkaian bunga untuk para pelanggan saat sekarang, maka rangkaian bunga akan layu pada saat diambil.

Tangan Lyn dengan lihai memotong tangkai-tangkai bunga dengan sudut 45­o menyesuaikan batang dan daun bunga sesuai dengan kebutuhannya, sebelum menyusunnya ke dalam vas bunga yang diisi campuran air lemon, gula dan bleach, campuran yang dapat membuat potong bunga mekar lebih lama. Air lemon digunakan untuk merendahkan pH air; gula menyediakan energi dan bleach untuk mencegah pertumbuhan bakteri, menjadikan campuran ideal untuk membuat bunga mekar lebih lama.

Campuran ini biasanya Lyn gunakan kepada bunga-bunga yang kurang popular seperti calla lilypoppy dan anemone, supaya dapat dijual untuk lebih lama. Lyn pun menyelesaikan rangkaian bunganya setelah beberapa menit merangkai. Rangkaian bunga dipenuhi dengan warna putih yang cocok dengan suasana musim dingin menjadi alasan Lyn memilih untuk merangkai bunga tersebut. Dengan kedua tangan Lyn mengangkat vas bunga yang berisi rangkaian bunga dan melangkah kearah dapur, meletakkan vas transparan di jendela yang berada disisi dapur, melangkah untuk mengambil minum dikarenakan waktu subuh yang telah muncul.

Seteguk, dua teguk, Lyn meneguk hingga habis air yang terdapat pada gelasnya. Hal yang Lyn pelajari setelah melakukan puasa adalah seberapa berpengaruhnya air pada diri manusia. Tentu saja, Lyn sadar seberapa banyak kandungan air pada tubuh manusia dan pentingnya cairan pada tubuh karena sedari kecil ia adalah mantan atlet, yang harus menjaga kondisi tubuhnya agar tetap fit. Namun, puasa telah membuat pemahaman Lyn terhadap pentingnya cairan pada tubuh manusia in a whole new level. Sejujurnya, itulah kesalahan Lyn pada hari pertama dirinya berpuasa, yang menyebabkan puasanya lebih sulit daripada yang seharusnya. Ia terlalu sibuk dalam pikirannya untuk makan daripada minum, membuatnya kehausan disepanjang hari. Padahal bulan Ramadhan ini jatuh pada musim dingin sehingga, rasa haus akan lebih jauh tidak terasa daripada musim panas.

Menghabiskan minumnya, Lyn melangkah ke arah kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan salat subuh. Lyn membentangkan alas sebagai tempat dirinya beribadah, dan kemudian menutup dirinya dari atas kepala hingga ujung kaki, menyisakan bagian wajah saja dan memulai salatnya. Lyn menyukai sensasi ketika dia beribadah. Rasanya dunianya ini menjadi senyap dan hampa, yang sangat menyegarkan. Semua benda-benda yang bersuara tidaklah lagi memasuki pendengarannya, seolah-olah pada dasarnya mereka tidak dapat bunyi.

Bagi Lyn yang sedari kecil hidupnya dipenuhi dengan kebisingan yang memekakkan, sudah sewajarnya untuk lebih menghargai keheningan. Dengan berada di keheningan, Lyn dapat mengintrospeksi diri, mencerna masalah dan mengambil keputusan untuk tindakannya selanjutnya. Hal tersebut membuatnya semakin mencintai dan menyakini agama yang ia pilih sebagai tindakan yang tepat. Entah, beberapa lama ia menikmati keheningan ini sehingga ia tidak menyadari bahwasanya ia telah berada pada gerakan terakhir salatnya. Dengan perlahan, ia melepaskan pasangan kain yang ia gunakan untuk menutupi seluruh tubuhnya, serta melipat kain alas tempat ia berada. Setelahnya, ia bangkit dan berjalan untuk menyiapkan tokonya untuk dibuka dalam beberapa jam lagi. Lyn harap hari ini berjalan dengan baik dan Lyn harap Margaret akan menyukai vas yang terinspirasi darinya. 

-Bersambung-

Penulis bernama Riva Alya Najeela, Mahasiswi Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Husniyyati