
Arami Rizkia [AM], Davina Dara Meisya [AM] | DETaK
Darussalam–Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar 3C (Colaboration, City & Community) Talk sebagai salah satu dari rangkaian kegiatan Durp VI pada Sabtu, 1 November 2025 di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh. Dengan mengangkat tema “Kolaborasi antar stakeholder, kunci sukses untuk membangun komunitas kota yang inovatif”, kegiatan ini menghadirkan dua pembicara, yaitu: Mirzayanto (Perencana Ahli Madya, Kota Banda aceh) dan Asrul Sidiq (Kandidat PhD di Crawford School of Public Policy, Australia National University), Disertai dengan Siti Zahrina Fakhrana, selaku dosen PWK USK sebagai moderator.
Dalam pembicaraan, Mirzayanto mengungkapkan bahwa kolaborasi merupakan modal dasar lahirnya komunitas kota yang inovasi dan berkelanjutan. Keterlibatan semua pihak menjadi hal penting dalam mewujudkan hal tersebut.

“Pemerintah harus memberikan dukungan, begitu juga masyarakat yang harus menggunakan potensi yang ada. Mari bersama pemerintah, bergabunglah untuk bekerja sama membangun kota ini,” ungkapnya.
Hafizh Azkiya Munte, selaku panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang bersama bagi komunitas yang selama ini memiliki gagasan namun minim wadah untuk menyampaikan ide mereka.
“Kami melihat semakin banyak komunitas Hadir di Banda Aceh karena adanya kolaborasi dalam visi dan misi, tapi ruang untuk mereka berekspresi itu belum ada. karena itu, tujuan kami membuat acara ini adalah agar ada kolaborasi antar stakeholder,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar kegiatan ini menjadi langkah awal penyatuan pandangan antara pemerintah, masyarakat dan komunitas dalam membangun kota secara bersama.
“Harapannya setelah acara ini, komunitas dan pemerintah bisa saling bertemu dan berdiskusi. semua stakeholder menyatu, tidak lagi berjalan terpisah, tapi bersama sama membangun Banda Aceh,” harapnya.
Ekaniatun Naisa, salah satu peserta, menjelaskan bahwa tatanan kota yang indah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga berawal dari kolaborasi berbagai komunitas.
“Ternyata tatanan kota yang rapi dan indah itu berasal dari komunitas-komunitas kecil yang memiliki ide tentang pembentukan kota, kemudian mereka berkolaborasi menjadi komunitas besar untuk merealisasikan ide-ide tersebut. Salah satu nya seperti 3C Talk ini yang menjadi wadah bagi komunitas untuk mengembangkan ide mereka,” jelasnya.
Di kegiatan ini, HMPWK juga mengumumkan bahwa majalah tahunan mereka, Megaplan edisi VIII dengan tema “Banda Aceh: Five Years from Today” sudah resmi dirilis dalam versi digital.[]
Editor: Nasywa Nayyara Tsany









