Beranda Siaran Pers USK dan PPAPT Serta Rindam IM Gelar Wasbang dan Belneg Bagi Mahasiswa...

USK dan PPAPT Serta Rindam IM Gelar Wasbang dan Belneg Bagi Mahasiswa ADik 2025

BERBAGI
Sesi foto bersama peserta dan penyelenggara pada kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara di Rindam IM, Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar. 26/10/2025. (Dok. Pribadi)

Siaran Pers | DETaK

Darussalam-Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Resimen Induk Kodam Iskandar Muda (Rindam IM) menyelenggarakan kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara (Wasbang dan Belneg) bagi mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2025 Wilayah Aceh.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, yaitu tanggal 23-26 Oktober 2025, bertempat di Kompleks Rindam IM, Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar. Program ini diikuti oleh 58 mahasiswa penerima Beasiswa ADik dari lima perguruan tinggi negeri di Provinsi Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Teuku Umar (UTU), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, dan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL).

Iklan Souvenir DETaK

Kegiatan Wasbang dan Belneg ini dibuka secara resmi dalam suatu upacara yang khidmat oleh Komandan Rindam Iskandar Muda, Brigjen TNI Hasandi Lubis, S.I.P., M.M., M.Han yang didampingi oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK, Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng. Dalam sambutannya, Danrindam IM menegaskan pentingnya semangat bela negara bagi generasi muda, khususnya mahasiswa penerima beasiswa afirmasi yang dipersiapkan menjadi agen perubahan di daerah asal masing-masing.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan fisik, tetapi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan cinta tanah air. Mahasiswa harus menjadi teladan di lingkungannya dan berperan aktif menjaga keutuhan NKRI,” ujar Brigjen TNI Hasandi Lubis.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK, Farid Mulana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara PPAPT sebagai penyelenggara program beasiswa ADik dan USK sebagai koordinator pelaksana di wilayah Aceh, serta Rindam IM sebagai mitra dalam pembinaan karakter dan bela negara. Sementara itu Prof Farid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Rindam IM atas sinergi yang terjalin dengan dunia Pendidikan dalam membentuk karakter mahasiswa yang berjiwa nasionalis dan berwawasan kebangsaan

“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan perguruan tinggi dalam membentuk mahasiswa ADik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Selama empat hari pelaksanaan, mahasiswa mengikuti berbagai agenda pembinaan, antara lain:
Pelatihan dasar bela negara dan kedisiplinan serta Simulasi lapangan dan kegiatan outbound yang dirancang untuk memperkuat kerjasama tim dan mental kebangsaan oleh instruktur TNI. Selain itu disampaikan berbagai materi yang relevan oleh para narasumber dari pihak Rindam IM dan USK yang menyampaikan: Materi wawasan kebangsaan, penguatan karakter, kepemimpinan, dan etika digital. Di samping itu, kegiatan ini juga diisi dengan sesi refleksi dan motivasi, di mana mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya peran mereka sebagai generasi penerus yang berintegritas dan memiliki tanggung jawab sosial tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami nilai-nilai dasar bela negara, memperkuat rasa cinta tanah air, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran mereka dalam membangun bangsa melalui bidang keilmuan masing-masing.

Kegiatan ini ditutup dengan upacara penutupan yang turut dihadiri oleh perwakilan PPAPT, Pimpinan USK yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, dan pejabat Rindam IM yang diwakili oleh Wadanrindam IM Kolonel Inf Akmil Satria Martha Yudha Darmawi. Acara ini menjadi momentum penting dalam pembentukan karakter mahasiswa ADik sebagai calon pemimpin masa depan yang berwawasan kebangsaan dan siap berkontribusi bagi Indonesia.[]

Editor: Pramudiyanti Saragih