Ishfira Arza Azkiana & Alya Anjadelisya Hasibuan | DETaK
Darussalam-Aksi demonstrasi di depan Gedung dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Banda Aceh pada Senin, 1 September 2025 lalu menuai banyak perbincangan dikalangan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK).
Aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRA tersebut memunculkan beragam komentar dari kalangan mahasiswa USK. Sebagian besar mahasiswa menilai aksi ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap permasalahan rakyat Aceh. Muhammad Farhan, salah satu anggota Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) hukum menyatakan dengan tegas bahwa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala selalu berada di atas kepentingan rakyat.

“Kami atas nama BEM Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, kami selalu berada di atas kepentingan rakyat,”ucapnya.
Adapula salah satu mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Nisa Almira memberikan tanggapan nya akan aksi yang berlangsung kemarin. Menurutnya pemerintah Aceh, rakyat, dan aparat polisi saling berdamai tanpa adanya kericuhan.
“Kemarin saya juga sempat kesitu, sempat ikut demo, sejauh itu masih berjalan dengan baik, pemerintah, DPR, polisi semuanya baik, kita ngobrol baik-baik” ungkapnya.
Selain itu, Araini Rizki dari mahasiswi teknik juga sempat memberikan tanggapan bagus, baginya setiap manusia memiliki hak untuk bersuara.
“Menurut saya demo yang terjadi di Aceh lebih kondusif, kita sebagai manusia ada hak untuk menyuarakan kita untuk pemerintah, jadi menurut saya itu bagus” ucapnya.[]
Editor: Amirah Nurlija Zabrina










