Beranda Artikel Tips Memilih Kualitas Daging Sapi untuk Meugang

[DETaR] Tips Memilih Kualitas Daging Sapi untuk Meugang

BERBAGI
grafis.(Masya Pratiwi/DETaK)

Artikel | DETaK

Di Bumi Serambi Mekah, terdapat banyak tradisi dalam menyambut hari besar Islam. Salah satu tradisi tersebut adalah Meugang atau Makmeugang. Secara bahasa, Meugang berasal dari istilah “gang” yang dalam bahasa Aceh berarti “pasar” dan frasa “Makmu that gang nyan” yang berarti “Makmur sekali pasar itu.” Dari maknanya tersebut, Meugang menggambarkan pasar yang ramai serta pedagang yang makmur saat menjelang bulan Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.

Tradisi Meugang ini lekat dengan hidangan daging sapi yang dimasak ke dalam berbagai jenis masakan. Daging sapi biasanya diolah menjadi asam keueung, kari, gulai merah, sop, rendang, sie reuboh, hingga masakan khas Aceh lainnya. Dengan kebiasaan ini, tentu pemilihan daging sapi saat Meugang harus diperhatikan oleh masyarakat. Berdasarkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) berikut ini adalah tips memilih daging sapi dengan kualitas yang baik:

  1. Warna Daging
Iklan Souvenir DETaK

Daging yang segar dan berkualitas tentu memiliki perbedaan dengan daging yang sudah tidak layak konsumsi. Cara paling sederhana untuk menilai kualitas daging adalah dengan melihat warnanya.

Daging sapi yang masih segar umumnya berwarna merah cerah, tidak pucat, dan tidak tampak kotor. Namun, warna daging juga dapat bervariasi tergantung pada jenis sapi dan usianya. Misalnya, daging sapi potong biasanya lebih gelap dibandingkan dengan daging sapi perah, sedangkan daging sapi muda cenderung lebih pucat dibandingkan daging sapi dewasa. Selain warna, rasa dan aroma daging juga dipengaruhi oleh jenis pakan yang dikonsumsi oleh hewan tersebut. Daging yang berkualitas baik memiliki rasa yang gurih dan aroma yang sedap, menandakan kesegarannya.

2. Tekstur Daging

Daging sapi yang segar memiliki tekstur yang kenyal. Untuk mengujinya, cukup tekan permukaan daging secara perlahan—jika kembali ke bentuk semula, maka daging tersebut masih dalam kondisi baik. Sebaliknya, daging yang sudah tidak layak konsumsi cenderung lembek dan tidak kembali ke bentuk semula saat ditekan. Tingkat keempukan daging juga dipengaruhi oleh jumlah jaringan ikat. Semakin tua usia hewan, semakin banyak jaringan ikat yang terbentuk, sehingga daging menjadi lebih liat. Oleh karena itu, daging yang berkualitas baik umumnya memiliki konsistensi yang kenyal saat disentuh.

3. Aroma

Daging yang segar memiliki aroma khas sapi yang alami dan tidak menyengat. Sebaliknya, daging yang sudah busuk akan mengeluarkan bau tidak sedap, seperti bau asam atau busuk. Perbedaan aroma ini bisa menjadi indikator utama dalam menilai kesegaran daging sebelum membelinya.

4. Kandungan Air/Kelembaban

Saat membeli daging, mungkin Anda pernah melihat cairan merah yang menyerupai darah. Namun, cairan tersebut sebenarnya adalah sari daging, bukan darah. Daging yang berkualitas baik biasanya memiliki permukaan yang relatif kering. Kondisi ini membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme dari luar, sehingga memengaruhi daya tahan dan kesegaran daging selama penyimpanan.

5. Kandungan Lemak (Marbling)

Lemak dalam daging, atau yang dikenal sebagai marbling, adalah lemak yang tersebar di antara serabut otot. Lemak ini berperan dalam melindungi otot serta menjaga tekstur daging saat dimasak. Selain itu, marbling juga memengaruhi cita rasa, membuat daging lebih gurih dan lezat.

6. Cek Sertifikat Halal

Yang terakhir, pastikan membeli daging dari penjual atau supplier yang memiliki sertifikasi halal resmi dari MUI untuk menjamin kehalalannya. Jangan ragu juga untuk menanyakan proses pemotongan untuk memastikan sesuai dengan syariat islam. Selain itu, pilihlah daging yang tidak berair, karena daging yang mengeluarkan banyak cairan menandakan telah terlalu lama terpapar udara, yang dapat memengaruhi kualitas dan kesegarannya.

Penulis bernama Masya Pratiwi, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Zarifah Amalia