Artikel | DETaK
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional (HAKTP) diperingati setiap tanggal 25 November. Tanggal ini di deklarasikan pada 1981 dalam Kongres Perempuan Latin sebagai penghormatan kepada mirabal bersaudara yang dijuluki Las Mariposas (kupu-kupu), aktivis politik yang tewas dibunuh pada 25 november 1960. Mirabal bersaudara adalah simbol perjuangan kaum perempuan di Amerika Latin.
Siapakah Mirabal Bersaudara?

Mirabal bersaudara yaitu Patria Mercedes Mirabal (1924-1960), Minerva Argentina Mirabal (1926–1960), dan Maria Teresa Mirabal (1935–1960). Mereka tinggal di Republik Dominika yang saat itu berada dibawah pemerintahan diktator Rafael Trujillo. pada masa pemerintahan Trujillo inilah budaya Machoisme atau ekspresi kejantanan serta maskulinitas yang berlebihan masih sangat kental di Negara Dominika. Sehingga pada masa itu perempuan kerap dianggap sebagai manusia pasif serta objek belaka.
Pada 12 Oktober 1949, Trujillo mengadakan pesta untuk peringatan penemuan Benua Amerika oleh Columbus. Trujillo turut mengundang keluarga Mirabal. Dalam pesta itu Trujillo melamar Minerva, tentu minerva menolak mentah-mentah lamaran Trujillo yang terkenal suka mengoleksi wanita. Penolakan tersebut membuat Trujillo naik darah. Lantas Trujillo melakukan intimidasi hingga penangkap berulang kali terhadap keluarga Mirabal. Hal ini membuat Ayah Mirabal menghembuskan nafas terakhirnya pada 1953.
Minerva memutuskan untuk bergabung kedalam organisasi gerakan bawah tanah untuk menggulingkan Trujillo. Dorongan ini telah muncul sejak Minerva masih bersekolah di Colegio Inmaculada Concepción. Mengikuti Minerva, Patricia dan Maria pun ikut terjun kedalam dunia politik.
Mirabal bersaudara yang dijuluki sebagai Las Mariposas atau kupu-kupu ini bersatu dalam gerakan anti Trujillo. Mereka menyebarkan ideologi yang mempromosikan kebebasan, kesetaraan, pendidikan, serta kebebasan dalam berkehendak. Patricia menyediakan rumahnya sebagai tempat pertemuan dalam merencanakan revolusi. sedangkan Minerva dan Maria leih terlibat dalam merencanakkan revolusi
Detik–detik kematian Mirabal bersaudara
Pada 14 Juni 1959, terjadi Gerakan Luperon Invasion, sebuah gerakan pengiriman para anggota Dominican Liberation Movement ke Kota Costanza, Maimon,dan Estero Hondo. Sayangnya invasi ini berhasil dibekukan oleh rezim Trujillo sebelum dilaksanakan. Akibatnya, lebih dari 100 anggota invasi ditangkap termasuk Minerva dan Maria.
Bak membangunkan singa yang sedang terlelap, penangkapan dan penyiksaan yang dilakukan Trujillo ini membakar amarah rakyat Dominika, mereka menuntut pembebasan para tahanan politik. Negara-Negara seperti Karibia, Venezuela, Kuba, dan Amerika juga mengecam perbuatan Trujillo. Karena tekanan yang didapat inilah Trujillo kemudian membebaskan para tahanan perempuan pada 8 agustus 1960.
Pada 25 November 1960, Mirabal bersaudara bersama supir mereka, Rufino De La Cruz pergi menjenguk suami Minerva dan Maria yang masih di penjara. Di perjalanan pulang mereka dicegat oleh sekelompok polisi rahasia. Mereka digiring ke pinggir jurang, kemudian dipukuli dan dicekik hingga tewas. Jasad mereka di masukkan kembali ke dalam mobil yang sebelumnya mereka kendarai. Kemudian mobil tersebut didorong ke jurang untuk membuat ilusi seakan akan mereka mati akibat kecelakaan.
Trujillo memutuskan untuk membunuh Mirabal bersaudara sebab mereka merupakan ancaman besar dan berbahaya bagi kekuasaan Trujillo. Beberapa kali pun Trujillo memenjarakan, memiskinkan mereka. Mirabal bersaudara tetap teguh dalam memperjuangkan demokrasi sejati dan kebebasan sipil bagi rakyat Dominika. Tragedi pembunuhan Mirabal bersaudara ini membuat amarah rakyat Dominika meledak-ledak. setahun setelahnya yaitu pada 30 Mei 1961 Trujillo dibunuh. Ini merupakan awal kejatuhan dari rezim Trujillo.
Mirabal bersaudara adalah simbol perjuangan kaum perempuan di negeri latin. Perjuangan ini akan terus disambungkan oleh perempuan-perempuan seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu bentuk perjuangan perempuan Indonesia adalah dengan berani mengungkapkan kasus kekerasan terhadap perempuan di sekitar kita. Seperti kepada Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang dapat diakses melalui call center 129 dan whatsapp 08111-129-129 serta badan perlindungan disekitar.
Penulis bernama Adilla Desina Fitri, mahasiswa jurusan Geografi, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Syiah Kuala (USK).
Editor: Aisya Syahira









