Haris Putra Barona, Aisya Syahira, Nival Misbahul Amin | DETaK
Darussalam- Fakultas Ilmu Sosial dan Politik menetapkan beberapa mekanisme guna untuk meminimalisir Golongan Putih (Golput) pada Pemira BEM Fisip USK yang dilaksanakan pada hari Senin, 6 Maret 2023. Dengan bantuan Korhim (Koordinator Himpunan) yang memandu rekannya untuk ikut memilih dan memantau yang sudah ikut. Hal itu dilakukan dengan membuat list nama-nama mahasiswa.
Aidil Rizki selaku Koordinator Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi menjelaskan beberapa tahapan yang dilakukan guna mengurangi potensi suara golput dalam Pemira ini, seperti melakukan komunikasi kepada setiap rekan mahasiswa dan mengorganisir setiap suara yang sudah atau belum memilih.

“Kami menggunakan beberapa cara, yang pertama dari H-4 kami sudah mengabarkan di grup angkatan untuk memilih salah satu paslon dan menggunakan suaranya. Terus ketika di hari H kami mengabsen setiap orang yang mengeluarkan hak suaranya dan kami catat, nah untuk kawan-kawan yang belum menggunakn hak suaranya kami hubungi satu persatu dan kami tambahkan juga dengan pengabaran di grup tiap angkatan,” ujarnya.
Disamping itu, Ilham Maimaran, Koordinator Mahasiswa Ilmu Pemerintah menyebutkan hambatan yang dialami dalam proses kegiatan Pemira ini.
“Untuk kendala pasti ada, karena untuk mengumpulkan masa diperlukan juga waktu dan tenaga karena mengingat mahasiswa tidak masuk pada jam yang sama setiap harinya. Ada kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan setiap mahasiswa terutama jam pembelajaran dikelas, jadi tidak bisa kita tinggalkan,” jelasnya.
Salsabila Heldika Putri, salah seorang mahasiswi ilmu politik menyayangkan tindakan mahasiswa yang tidak menggunakan hak suara mereka.
“Untuk golput ya sebenarnya sangat disayangkan ya karena setiap individu kan punya masing-masing satu hak suara, jadi hak suara itu juga bisa seharusnya bisa dipergunakan dengan sebaik mungkin karena suara setiap mahasiswa itu sebenarnya menentukan gimana arah kampus ini kedepannya jadi sangat disayangkan kalo emang si mahasiswa sendiri tidak mau berkontribusi dalam memilih siapa pemimpin fakultasnya sendiri yah sayang kalo misalnya hak suaranya gak digunain dengan baik dan benar,” ujarnya.[]
Editor: Yovita Amanda Putri










