Artikel | DETaK
Kabupaten Biruen mempunyai beberapa objek wisata alam yang banyak menarik minat pengunjung dari berbagai daerah, salah satunya yaitu Krueng Bate Iliek.
Bate Iliek merupakan sebuah kampung di Kecamatan Samalanga, terletak dekat dengan perbatasan Kabupaten Bireun dan Pidie Jaya dan berada di jalan nasional Banda Aceh-Medan. Inilah salah satu alasan mengapa Krueng Batee Iliek sulit dilewatkan bagi mereka yang melakukan perjalanan melintasi jalan lintas timur tersebut.

Sebagian besar pengunjung merupakan wisatawan lokal di Kabupaten Bireun, namun tidak sedikit pula yang berasal dari kota-kota lain di Aceh. Umumnya mereka yang dari kota lain merupakan wisatawan jauh yang kebetulan singgah untuk melepas penat dalam perjalanan. Biasanya wisata Krueng Bate Iliek ramai dikunjungi pada saat-saat hari libur seperti hari Minggu, hari libur nasional, maupun hari-hari libur panjang seperti cuti Hari Raya Idul Fitri dan libur akhir semester.
Krueng Bate Iliek menyajikan pemandangan indah sungai berair jernih yang melewati batu-batu besar di sepanjang alirannya. Di sepanjang bantaran sungai pun penduduk sekitar membangun pondok-pondok kecil yang menyajikan menu khas seperti mie Aceh, dan jajanan-jajanan ringan lainnya. Salah satu kuliner khas yang sangat tersohor adalah rujak Bate Iliek.
Wisatawan bisa menghabiskan waktu di Krueng Bate Iliek dengan mandi, duduk-duduk di bebatuan besar untuk sekedar merendam kaki, menyantap makanan dari pondok-pondok, bahkan piknik dengan keluarga.
Namun sayangnya, kebersihan dan keteraturan objek wisata ini masih belum menjadi perhatian khusus. Banyak sekali sampah-sampah pengunjung dan dari pedagang yang dengan sengaja dibuang ke sungai. Belum lagi ditambah para pedagang yang cuci piring, juga penduduk sekitar yang memanfaatkan aliran sungai sebagai tempat mencuci baju. Padahal, Krueng Bate Iliek merupakan salah satu sungai yang dibendung guna memenuhi kebutuhan air irigasi lahan pertanian di Kabupaten Bireun dan sekitarnya. Sudah sepatutnya bagi wisatawan, pengelola, dan warga sekitar untuk menjaga kelestarian objek wisata ini.
Jadi, tunggu apalagi. Untuk Sobat DETaK yang ingin melakukan perjalanan antara Banda Aceh-Medan, tidak ada salahnya mampir sekedar untuk menikmati pesona Krueng Bate Iliek sambil menyantap sepiring rujak khasnya.[]
Penulis adalah Teuku Muhammad Ridha, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Ia merupakan salah satu anggota aktif UKM Pers DETaK.
Editor: Indah Latifa










