Beranda Headline Masuk Saintis Top Dunia, Muchlisin ZA: Peneliti Perlu Membangun Jaringan

Masuk Saintis Top Dunia, Muchlisin ZA: Peneliti Perlu Membangun Jaringan

BERBAGI
Muchlisin saat diwawancarai di ruangannya. 29/10/2021. (Muhammad Abdul Hidayat/DETaK)

Muhammad Abdul Hidayat | DETaK

Darussalam – Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK), Muchlisin ZA, tercatat berhasil masuk dalam salah satu daftar saintis terbaik dunia berdasarkan hasil publikasi oleh Elvisier BV pada Rabu, 20 Oktober 2021.

Dalam wawancara yang berlangsung di ruang dekan FKP USK, ia menanggapi dengan rasa syukur atas pencapaian besar ini. “Ya, kita patut bersyukurlah, karena dari ratusan ribu peneliti yang ada, ada 58 orang dari Indonesia yang berhasil masuk dalam top 2 persen,” ujar Muchlisin.

Iklan Souvenir DETaK

Bedasarkan data Elsevier BV, dari total 1.129 saintis di kawasan Asia Tenggara yang berhasil masuk ke dalam daftar tersebut, Indonesia berada pada peringkat kelima dengan perolehan 58 saintis. Menurutnya, ini adalah sesuatu yang aneh sebab Indonesia yang notabenenya mempunyai jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara hanya berhasil mencatat 58 saintis dalam daftar tersebut.

“Menurut Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) adalah lebih kurang 300.000 dosen aktif di Indonesia, dan lebih kurang 7.400 orang peneliti di BRIN, sehingga total dosen dan peneliti Indonesia adalah 307.400 orang, itu artinya hanya hanya 0,02% saja peneliti/dosen yang masuk dalam top saintis dunia. Sementara Singapura, negara kecil, jumlah penduduknya nggak banyak, jumlah dosennya nggak banyak, tapi dia bisa mencatat seribu lebih yang bisa masuk dalam list itu. Ada apa? Kan gitu,” tutur Muchlisin.

Menurut Muchlisin, suatu hal yang sangat krusial bagi seorang saintis adalah membangun jaringan agar dapat melakukan penelitian dan publikasi bersama saintis-saintis top dunia sehingga tulisan kita akan banyak dibaca dan dirujuk oleh orang lain, itulah salah satu poin penting penilaiannya.

Ia berharap ke depannya prestasi ini terus meningkat dengan semakin bertambahnya saintis asal Indonesia yang masuk dalam jajaran saintis top dunia, terutama dari USK.

“Kita berharap yang 58 orang itu tetap ada di situ. Kemudian ada tambahan yang lain, gitu. Ya, bisa tetap bertahan dan menambah jumlah, terutama dari USK. Kita harap ada,” harapnya.

Untuk diketahui, Dekan FKP USK yang juga menjabat sebagai Presiden di Asian Society of Ichthyologist (Persatuan Ahli Ikan Asia) ini merupakan salah satu dari dua dosen USK yang berhasil masuk ke dalam daftar saintis terbaik dunia. Keberhasilan ini tentunya menambah sederetan prestasi yang membanggakan bagi USK maupun Provinsi Aceh sendiri. []

Editor: Indah Latifa