Beranda Puisi Tentang Si Anak Rantau

Tentang Si Anak Rantau

BERBAGI
Ilustrasi. (Shahibah Alyani/DETaK)

Puisi | DETaK

Kini aku sadari
Bagaimana makna semakin hari semakin menjadi
Bagaimana waktu tak dapat mengobati luka
Justru menambah rasa sakit
Namun kadang tak terdefenisi

Aku kalah
Aku kalah
Keyakinan yang kubangun bak tembok karang
Sudah hancur dimakan ombak waktu
Harapan yang kubingkai indah di langit
Tertutupi oleh awan hitam yang membelenggu
Wahai angin tepi pantai
Bisakah sampaikan padanya aku rindu
Ya… Aku rindu Ibuku

Iklan Souvenir DETaK

Di sini terasa aneh
Duniaku samar-samar
Pagi seakan malam yang mencekam
Ramai namun sepi
Api berlagak air
Badai bertopengkan sepoi
Tenang namun menghanyutkan

Namun aku tak akan menyerah
Tidak akan, Bu
Akan kudapatkan ilmu itu
Bukankan aku sudah berjanji
Anakmu akan bangkit
Pusakamu masih kupengang erat
Untuk tetap berpegang pada yang lima
Semoga Dia juga menyertai langkahku

Penulis bernama Siti Maryam Purba, mahasiswi Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan 2020. Ia juga merupakan salah satu anggota magang UKM pers DETaK USK.

Editor: Della Novia Sandra