Beranda Terhangat Dua Paslon BEM USK Paparkan Visi dan Misi dalam Debat Kandidat Pemira...

Dua Paslon BEM USK Paparkan Visi dan Misi dalam Debat Kandidat Pemira 2026

BERBAGI
Dua pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM USK periode 2026 berfoto bersama usai debat kandidat di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin 16/3/26. (Zikni Anggela/ DETaK)

Kamilina Junita Damanik & Alya Anjadelisya Hasibuan | DETaK

Darussalam–Komisi Pemilihan Raya (KPR) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar debat kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK periode 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin, 16 Maret 2026. Debat ini mempertemukan dua pasangan calon, yakni Paslon 01 Iza Muhlisin–Ahmad Sahibur Rayyan dan Paslon 02 M. Rudhi Anugrah–Muhammad Nazar.

Debat yang mengusung tema “Mewujudkan kandidat Badan Eksekutif Mahasiswa yang berintegritas, inovatif, peduli terhadap permasalahan sosial, serta berkontribusi dalam kemajuan Universitas Syiah Kuala sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH)” ini turut menghadirkan tiga panelis, yakni Dr. Ir. Dedi Fazriansyah Putra, S.ST.Pi., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Hasrizal, S.H., S.E., M.Kn., serta Ir. Hendra Koesmara, S.Pt., M.Sc., IPM.

Iklan Souvenir DETaK

Debat dimulai dengan pemaparan visi dan misi dari kedua pasangan calon. Paslon 01 menyampaikan visi menjadikan BEM USK sebagai pusat gerakan mahasiswa yang inklusif, adaptif, progresif, dan berintegritas dalam memperjuangkan hak mahasiswa serta mendorong perubahan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Paslon 02 mengusung visi menjadikan BEM USK sebagai wadah perjuangan mahasiswa yang berlandaskan keilmuan untuk melahirkan generasi yang berani, berintegritas, dan berbakti.

Sesi berikutnya diisi dengan tanya jawab antara panelis dan para kandidat, dengan durasi dua menit untuk setiap jawaban. Pada sesi ini, tim sukses yang hadir juga diberi kesempatan mengajukan dua pertanyaan kepada pasangan calon.

Debat antar pasangan calon berlangsung pada sesi ketiga. Masing-masing paslon diberikan kesempatan mengajukan dua pertanyaan secara bergantian dengan durasi satu menit untuk bertanya dan dua menit untuk menjawab. Namun, format debat ini tidak menyediakan sesi sanggahan atau debat lanjutan antar kandidat.

Pada sesi penutup, kedua pasangan calon menyampaikan closing statement mereka.

Paslon 01 menekankan pentingnya kepemimpinan yang hadir dan mampu mendengar aspirasi mahasiswa.

“Kita perlu pemimpin yang hadir dan mau mendengar. Saya berharap siapa pun yang terpilih nanti benar-benar mampu mengemban amanah dan bertanggung jawab,” ujar Iza Muhlisin.

Sementara itu, Paslon 02 menilai pemilihan pemimpin tidak semata diukur dari kemampuan berbicara atau kontribusi materi.

“Memilih pemimpin bukan hanya soal siapa yang paling pandai berbicara. Pemimpin adalah sosok yang siap membersamai dan mempersatukan kita, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda,” kata M. Rudhi Anugrah.

Debat kandidat ini menjadi salah satu tahapan dalam rangkaian Pemilihan Raya Mahasiswa USK sebelum memasuki masa pemungutan suara.

Editor: Zikni Anggela