Beranda Terkini KSR-PMI Unsyiah Sukses Selenggarakan Spesialisasi Pertolongan Pertama

KSR-PMI Unsyiah Sukses Selenggarakan Spesialisasi Pertolongan Pertama

BERBAGI
(Dok. Panitia)

Auliana Rizky | DETaK

Darussalam- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela-Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyelenggarakan kegiatan Spesialisasi Pertolongan Pertama (SPP) yang berlangsung pada tanggal 18-23 Maret 2019. Kegiatan ini diselenggarakan di kantor PMI Kota Banda Aceh.

Erda Sari Umaya, selaku ketua panitia mengatakan bahwa SPP ini merupakan kegiatan tahunan PMI agar lebih mendalami kemampuan dalam pertolongan pertama, karena pada pendidikan di PMI sudah dilakukan hal tersebut, tetapi sekarang lebih ke spesialisasinya.

Iklan Souvenir DETaK

“Pelatihan ini ada sepuluh materi, umumnya itu ada materi tentang kepalangmerahan, penilaian, cedera otot rangka, cedera tulang belakang kepala, kedaruratan medis, luka bakar, pendarahan, shock, dan banyak lagi. Ada materi dan juga praktek, bahkan hari terakhirnya nanti ada simulasi, mungkin akan diadakan di lapangan Tugu dan kemungkinan juga diadakan di sini, konsep simulasi kita buat seperti kasus kecelakaan, di mana akan ada korban dengan berbagai kasus baik itu pendarahan dan shock, dan lain sebagainya, nanti ada simulasi dari ambulans,” ujarnya.

Erdasari juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukanlah bentuk kerja sama antara pihak KSR-PMI Unsyiah dengan PMI Kota Banda Aceh.

“Sebenarnya bukan bekerja sama dengan PMI Kota Banda Aceh, atau lebih tepatnya karena KSR kami berada di bawah naungan Unsyiah dan PMI Kota Banda Aceh, karena Unsyiah berada di Kota Banda Aceh, ya kami di bawah PMI Kota Banda Aceh. Semua pengurus terlibat menjadi panitia dalam acara ini, tapi tahun ini kita buat acara spesialisasi ini internal KSR Unsyiah, kalau tahun sebelumnya se-kota Banda Aceh dan Aceh Besar,” lanjutnya.

Kegiatan ini juga merupakan ajang bagi para peserta untuk lebih mengembangkan kepiawaiannya dalam bidang medis.

“Setelah lulus dari spesialisasi ini, mungkin mereka yang banyak nilai akan direkomendasikan ke tim ambulans, bisa tim medis bola atau kecelakaan, awalnya yang ikut 11 orang, mungkin karena gak sanggup akhirnya tinggal lima orang. Tetapi, semoga mereka semua dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan ke kehidupan sehari-hari,” tutup Erdasari.[]

Editor: Cut Siti Raihan