Nadiatun Mutmainnah, Septia Dwi Amanda | DETaK
Darussalam – Rektor Universitas Syiah Kuala mengadakan acara Sosialisasi Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) pada senin, 11 April 2022 pukul 13.30 WIB s.d selesai di Gedung Event Hall AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala.
PPK Ormawa ini merupakan program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Mustafa Sabri mengatakan bahwa tujuan diadakan sosialisasi ini adalah untuk mengembangkan soft skill ormawa USK.
“Tujuannya yaitu untuk mengembangkan soft skill bagi UKM untuk kapasitas organisasi kemahasiswaan serta menerapkan kebijakan merdeka belajar dengan Kampus Merdeka dengan menumbuhkan peduli kepada masyarakat itu untuk berkontribusi dalam masyarakat, jadi juga diharapkan nantinya UKM itu jangan mempunyai kegiatan yang biasa ya kan yang enggak bermanfaat pada masyarakat, pada program ini upaya-upaya tersebut untuk meningkatkan kapasitasnya bisa bermanfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap proposal yang dihasilkan oleh para ormawa nantinya bisa diaplikasikan di kehidupan masyarakat.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, kami berharap bahwa akan melahirkan beberapa proposal, kita akan meng-apply maksimal proposal dengan permintaan itu ada 14 proposal tetapi bukan 14 proposal itu yang kami harapkan sehingga dengan adanya kelebihan terbesar proposal tersebut nanti mungkin, kemungkinan proposal yang memang tidak masuk dalam kategori 14 itu kalau layak untuk kami dan kami akan mendanai di biro kemahasiswaan itu. Memang jika dia mengaplikasikan pada masyarakat kita akan mendanai karena inilah peningkatan kapasitas ormawa yang ada kan kita tidak mau ada kegiatan ormawa kegiatan hanya biasa aja, seremonial begitu, tapi dengan adanya peningkatan proposal tersebut kita mereka yang tidak lolos akan kita danai sehingga mereka juga bisa mengabdi kepada masyarakat dengan dana yang didanai oleh biro kemahasiswaan tersebut,” jelasnya.
Mengenai konversi nilai, ia juga menambahkan bahwa harapannya agar dikonversi setidaknya dalam bentuk SKS saja.
“Biasa itu terkonversi dengan KKN mereka itu ada perhitungan khusus saya nggak paham tapi memang itu ada, jadi mungkin ini harapan saya dengan terkonversi itu kegiatan itu bisa dengan bebas KKN itu keinginan saya mungkin keinginan nanti dari PKM di mana kita setting itu nanti kita akan jawab setidak-tidaknya walaupun tidak terkonversi dengan KKN dia bisa dengan SKS gitu harapan saya,” tutupnya.[]
Editor: Amanta Haura










