Beranda Terkini Mahasiswa USK Raih Medali Ajang PON Bela Diri, Harap Kampus Lebih Fleksibel...

Mahasiswa USK Raih Medali Ajang PON Bela Diri, Harap Kampus Lebih Fleksibel bagi Atlet

BERBAGI
Mahasiswa Universitas Syiah Kuala meraih prestasi di ajang PON Bela Diri Kudus 2025. 26/10/2025 (Dok. Pribadi)

Shafna | DETaK

Darussalam-Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mencatatkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang bela diri yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, 11–26 Oktober 2025. Tiga mahasiswa berhasil meraih medali dan membawa nama kampus di tingkat nasional.

Ketiganya ialah Sinta Rahma, Edo Setiawan dari cabang tarung derajat, dan Bagus Aditya Pratama dari cabang taekwondo. Sinta, mahasiswa FKIP Program Studi Penjaskesrek, meraih juara II, Bagus dari prodi yang sama juga meraih juara II, sedangkan Edo dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Program Studi Ilmu Kelautan memperoleh juara III.

Iklan Souvenir DETaK

Di balik capaian tersebut, para atlet berharap kampus dapat memberikan dukungan akademik yang lebih fleksibel bagi mahasiswa yang aktif bertanding di tingkat nasional. Sebagian masih mengalami kendala dalam penyesuaian izin kuliah saat mengikuti kompetisi.

Bagus Aditya Pratama, peraih medali perak cabang taekwondo, mengatakan ia tidak mendapatkan surat izin resmi dari kampus.

“Saya tidak mendapat surat izin resmi dari kampus, tetapi sudah menginformasikan kepada beberapa dosen bahwa saya mengikuti PON. Surat izin saya keluar melalui KONI Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan kampus perlu memiliki kebijakan khusus bagi mahasiswa atlet.

“Menurut saya, kampus perlu memiliki kebijakan khusus bagi mahasiswa atlet. Misalnya, kemudahan pengurusan izin bertanding, jadwal pengganti, atau penugasan alternatif,” tambahnya.

Sementara itu, Sinta Rahma, peraih medali perak cabang tarung derajat, menyampaikan bahwa pada ajang sebelumnya ia sempat mengalami kendala serupa.

“Untuk PON bela diri kali ini izin saya diterima karena membawa surat dari KONI. Namun pada ajang sebelumnya saya harus mengulang dua mata kuliah karena dispensasi tidak diterima, meskipun setelah kegiatan selesai saya langsung kembali mengikuti perkuliahan,” ujarnya.

Kedua atlet mengapresiasi dukungan dosen yang memahami kondisi mereka selama bertanding. Mereka berharap ke depan kampus dapat memperkuat kebijakan bagi mahasiswa atlet agar kegiatan akademik dan prestasi dapat berjalan seimbang.[]

Editor: Nasywa Nayyara Tsany