Amirah Nurlija Zabrina | DETaK
Darussalam-Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Juara ke-3 dalam Ajang Nasional yaitu Dewata Essay Competition 2 yang diselenggarakan di Bali pada 10 Mei 2025 . Ajang ini mengusung tema besar “Peran dan Inovasi Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia yang Berintegritas”.
Dewata Essay Competition 2 ini memberikan kebebasan kepada peserta untuk memilih salah satu subtema dari berbagai subtema yang telah ditentukan, yaitu: Pendidikan, Pertanian, Lingkungan, Pariwisata, Teknologi, Kesehatan, Hukum, Sosial, Ekonomi, Politik dan Budaya.

Berikut adalah nama mahasiswa USK yang mengikuti perlombaan Dewata Essay Competition 2:
- Utari Mulya Agustin dari Prodi Biologi (FMIPA)
- Muhammad Yaumil Akram dari Prodi Biologi (FMIPA)
- Firza Juliandi dari Prodi Keperawatan (FKEP)
Ketua tim, Utari Mulya Agustin menjelaskan bahwa mereka mengambil sub tema Lingkungan berjudul “Ecoprint Berbahan Dasar Limbah Kulit Buah Sebagai Solusi Inovatif Untuk Mengurangi Limbah Organik” dengan tujuan memanfaatkan pigmen alami dari bunga, batang, atau daun untuk mencetak motif pada kain.
“Biasanya ecoprint dari bunga, batang, atau daun untuk menghasilkan motif cetak pada kain dengan memanfaatkan pigmen warna,” jelasnya.
Utari menambahkan bahwa mereka berinovasi dengan menciptakan ecoprint menggunakan limbah kulit buah, disertai pertimbangan dan bahan pendukung yang berbeda dari ecoprint pada umumnya.
“Namun, kami berinovasi untuk menciptakan ecoprint dari limbah kulit buah dengan berbagai pertimbangan dan bahan-bahan pendukung yang tentunya berbeda dengan ecoprint yg telah ada,” tambahkan.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa strategi mereka dalam menguasai materi essay yaitu dengan menggali informasi dari web dan sosial media. Kemudian mendengarkan saran-saran dari berpengalaman dan memahami kekurangan serta kelebihan produk.
“Mencari informasi terkait sebanyak mungkin dari web dan sosial media. Dan juga saran-saran dari yang memiliki pengalaman terkait, serta memahami kekurangan dan kelebihan dari produk,” ungkapnya.
Utari memberi pesan kepada mahasiswa agar kesempatan yang ada sebaiknya tidak disia-siakan, sebab mimpi tidak memerlukan biaya, sehingga tidak ada salahnya bercita-cita setinggi mungkin.
“Jangan ragu untuk mencoba dan mengambil kesempatan. Karena mimpi itu gratis, maka ambillah yang paling mahal,” ujarnya.[]
Editor: Nasywa Nayyara Tsany











