Beranda Terkini BSPD USK Gelar Trauma Healing untuk Anak Pascabencana di Pidie Jaya

BSPD USK Gelar Trauma Healing untuk Anak Pascabencana di Pidie Jaya

BERBAGI
foto bersama UKM BSPD dengan Anak-Anak di Gampong Dayah Usen, Pidie Jaya, 14 Juni 2026. (Doc. Panitia)

Ade Irma Aprianti | DETaK

Darussalam – Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Sosial Peduli Dhuafa (BSPD) Universitas Syiah Kuala menggelar kegiatan BSPD Peduli Vol. 1: Ruang Pulih Anak Negeri di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada 12–14 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut pada November tahun lalu. Meski bencana telah berlalu sekitar tujuh bulan, BSPD menilai proses pemulihan masyarakat belum sepenuhnya selesai, khususnya dari aspek psikososial anak-anak.

Iklan Souvenir DETaK

Ketua panitia, Aqil Mufazzhal, mengatakan bahwa selama ini upaya pemulihan pascabencana lebih banyak berfokus pada pembangunan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar. Padahal, menurutnya, anak-anak juga membutuhkan ruang untuk memulihkan kondisi psikologis mereka setelah mengalami bencana.

“Melalui program trauma healing ini, kami ingin menghadirkan ruang yang aman, menyenangkan, dan edukatif bagi anak-anak agar mereka dapat kembali membangun semangat, kepercayaan diri, dan keceriaan mereka,” ujarnya.

Pemilihan Gampong Dayah Usen sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pengalaman Aqil saat terlibat dalam Satgas USK Respons Senyar Aceh pada masa penanganan banjir. Selain masih terdapat kebutuhan pendampingan sosial bagi anak-anak, lokasi tersebut juga dinilai strategis dan mudah dijangkau untuk pelaksanaan program berkelanjutan.

Kegiatan ini melibatkan pengurus dan anggota BSPD Universitas Syiah Kuala dengan peserta utama anak-anak di Gampong Dayah Usen. Program tersebut juga mendapat dukungan dari PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keceriaan dan interaksi sosial anak-anak. Mulai dari edukasi, permainan interaktif, aktivitas kreatif, penguatan nilai-nilai keagamaan, pemutaran film edukatif, hingga berbagai permainan kelompok yang mendorong kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi.

Tim BSPD menilai, antusiasme peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan tersebut.

“Pemulihan psikososial tentu tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Namun setidaknya kegiatan ini berhasil menghadirkan ruang positif bagi anak-anak untuk bermain, belajar, dan berinteraksi dalam suasana yang menyenangkan, senyum dan semangat yang mereka tunjukkan menjadi indikator bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang berarti,” katanya.

Melalui kegiatan ini, BSPD berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa proses pemulihan pascabencana masih membutuhkan perhatian dan pendampingan berbagai pihak. 
Ke depan, BSPD juga berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami ingin terus menjalankan peran mahasiswa melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sehingga keberadaan mahasiswa tidak hanya dirasakan di ruang akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tuturnya. []

Editor: Zalifa Naiwa Belleil