
Kamilina Junita Damanik [AM] & Zahra Zakkya Attamy [AM] | DETaK
Darussalam – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK), Cut Rya Novianti dan Inez Vermatasari berhasil meraih bronze medal pada ajang Regional Medical Olympiad (RMO) Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah I 2025, yang berlangsung di Medan, pada Jumat sampai Minggu, 26–28 September 2025.
Regional Medical Olympiad (RMO) ISMKI Wilayah I adalah kompetisi ilmiah dan keterampilan medis bagi mahasiswa kedokteran se-Sumatera di bawah ISMKI. Lomba ini mencakup enam bidang utama: Kardiologi-Respirasi, Neurologi-Psikiatri, Muskuloskeletal, Reproduksi-Urologi, Infectious Disease, dan Digestif. Tim mahasiswa FK USK mengangkat bidang Infectious Disease.

Cut Rya selaku ketua tim menjelaskan tiga tahapan penyeleksian selama olimpiade. Tahap pertama adalah babak penyisihan, dilakukan online melalui MCQ (Multiple Choice Question), yaitu ujian pilihan ganda, dan OSPE (Objective Structured Practical Examination), ujian praktik dasar. Tahap kedua, semifinal, digelar secara offline di Medan dengan MCQ dan OSPI (Objective Structured Practical Identification), serupa dengan OSCE-M (Objective Structured Clinical Examination–Modification), yang menilai keterampilan klinis; untuk bidang Infectious Disease terdapat tambahan pemeriksaan penunjang pada penyakit infeksi. Tahap terakhir adalah LCT (Lomba Cepat Tepat), yaitu adu cepat menjawab soal medis antar finalis.
Cut Rya juga membagikan pengalaman persiapan tim sebelum mengikuti kompetisi. Ia menjelaskan bahwa persiapan lomba RMO memakan waktu sekitar tiga bulan, dari awal Juni hingga September. Selama itu, mereka membagi topik Infectious Disease untuk dipelajari, didukung bimbingan materi MCQ dan OSPE, serta praktik klinis untuk babak OSPI dari mentor dan dokter spesialis.
“Bimbingan materi MCQ dan OSPE serta praktik klinis untuk babak OSPI diberikan oleh pemenang lomba RMO tahun lalu, yang juga merupakan abang tingkat kami, disertai bimbingan rutin dengan dokter-dokter dari Prodi Mikrobiologi Klinis FK USK serta dokter Spesialis Penyakit Dalam,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Cut Rya menyampaikan bahwa tantangan terbesar tim selama persiapan adalah manajemen waktu dan perbedaan kesiapan emosional antar anggota.
“Kami semua memiliki jadwal kuliah dan ujian yang berbeda-beda, sehingga membagi waktu belajar bersama bukan hal mudah. Selain itu, tidak semua dari kami memiliki tingkat kesiapan mental yang sama, sehingga kami belajar untuk saling mendukung, meski kadang harus tegas dalam pembagian tugas,” jelasnya.
Cut Rya menambahkan bahwa motivasi terbesarnya mengikuti lomba ini adalah karena RMO merupakan kompetisi bergengsi yang dapat menambah ilmu dan relasi. Selain itu, bidang Infectious Disease sangat relevan di wilayah tropis, sehingga ilmunya mudah diaplikasikan di kehidupan sehari-hari sebagai calon dokter.
“Bidang Infectious Disease sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari karena kita berada di wilayah beriklim tropis, sehingga ilmunya dapat langsung diaplikasikan saat nanti sudah menjadi dokter,” tambahnya. []
Editor: Cut Irene Nabilah





![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


