
Cut Irene Nabilah & Selvi Dianingsih | DETaK
Darussalam-Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meraih juara 1 sekaligus penghargaan Best Presentation Award di ajang perlombaan Essay Nasional FISIP FEST Meusaboh Hatee Jilid III Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh.
Tim USK terdiri dari Ariel Sucipto (Mahasiswa Program Studi Teknik Industri) dan Dhia Fahira (Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter) serta mendapatkan bimbingan langsung dari Ir. Sarika Zuhri S.T., M.T., Dosen Program Studi Teknik Industri.

Tema Essay Nasional FISIP FEST 2025 kali ini adalah Sinergi Inovatif Generasi Muda dalam Mengembangkan Talenta di Era Society 5.0 untuk Mewujudkan SDGs Menuju Indonesia Emas 2045. Ariel Sucipto, salah satu anggota tim USK mengatakan bahwa ia sangat tertarik dengan temanya karena sejalan dengan isu yang diminatinya.
“Tema FISIP FEST ini sangat selaras dengan minat saya terhadap isu pendidikan dan teknologi sosial. Selain itu, ini menjadi ruang yang tepat untuk membawa isu inklusif disabilitas ke panggung nasional dan sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa USK bisa hadir dengan solusi konkret yang berdampak,” ujarnya.
Tim USK mengangkat essay berjudul “SIGNBAND: Inovasi Wearable IoT untuk Mendeteksi Bahasa Isyarat dan Menyelaraskan Minat-Bakat Anak Tunarungu dengan Teknologi Pendidikan Inklusif di Aceh”. Essay ini berfokus pada inklusif pendidikan bagi anak tunarungu, serta bagaimana teknologi dapat menjembatani hambatan komunikasi sekaligus membantu mengenali potensi mereka melalui pendekatan digital.
”Kami melihat bahwa anak-anak tunarungu di Aceh masih menghadapi banyak keterbatasan, baik dari sisi komunikasi maupun akses pendidikan yang inklusif. Jadi, SIGNBAND hadir sebagai solusi teknologi untuk membantu mendeteksi bahasa isyarat sekaligus menganalisis potensi minat dan bakat mereka. Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi jembatan inklusif, bukan justru penghalang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar ide tersebut tidak berakhir dalam kompetisi saja dan bisa di tingkatkan lagi melalui kerja sama antara pemerintah daerah atau komunitas disabilitas.
”Saya berharap gagasan ini tidak hanya berhenti di ajang perlombaan, tetapi bisa dikembangkan lebih lanjut, misalnya melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah atau komunitas disabilitas,” harapnya. []
Editor: Nasywa Nayyara Tsany





![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


