Beranda Terkini Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Raih Juara 1 di Ajang Debat Nasional NUDC...

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Raih Juara 1 di Ajang Debat Nasional NUDC 2025 Universitas Jenderal Soedirman

BERBAGI
Foto bersama para pemenang lomba NUDC. 26/10/2025. (Dok. Pribadi)

Nuzulia Rahmi [AM] & Mila Santika [AM] | DETaK

Darussalam – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Henrik Vian Lu dari Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Alya Salsabila dari Program Studi Psikologi fakultas Kedokteran, mewakili USK dalam ajang bergengsi National University Debating Championship (NUDC) 2025 dan berhasil memenangkan champion NUDC 2025 Novice Category yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman pada Senin-Minggu, 20-26 Oktober 2025.

Kegiatan NUDC merupakan ajang tahunan yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa Indonesia agar lebih kritis, logis, dan persuasif dalam menyampaikan pendapat. Lomba ini berfokus pada kemampuan berdebat dalam bahasa Inggris dengan mengedepankan penyampaian argumen yang rasional serta kemampuan berpikir analitis. Kompetisi debat tingkat Nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Iklan Souvenir DETaK

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dari berbagai universitas di Indonesia beradu kemampuan dalam membangun argumentasi dan mempertahankan pendapat mereka terhadap berbagai isu nasional maupun global. Henrik dan Alyaa mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti NUDC memberikan banyak manfaat, tidak hanya dalam hal peningkatan kemampuan berpikir kritis dan berbicara di depan umum, tetapi juga dalam memperluas jejaring sosial dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. 

“Selain menambah pengalaman, selama lomba kami juga berjumpa dengan banyak sekali orang dari berbagai penjuru sehingga memperluas jejaring sosial,” ungkap keduanya. “Kami belajar banyak hal baru, terutama bagaimana menyusun argumen yang logis dan meyakinkan dalam waktu yang terbatas. Meskipun persaingannya sangat ketat, kami tetap berusaha dan penuh semangat,” tambah Henrik.

Alya juga menyampaikan kesannya, “Mengikuti NUDC membuat saya lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Ini pengalaman berharga yang akan saya ingat sepanjang perjalanan akademik saya.” Alya dan Henrik berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mencoba tantangan baru dan berani keluar dari zona nyaman. Mengikuti kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang proses belajar dan pengembangan diri. []

Editor: Khalisha Munabirah