Beranda Terkini Mahasiswa Keluhkan Harga Kenaikan Cabai Merah di Pasar Rukoh

Mahasiswa Keluhkan Harga Kenaikan Cabai Merah di Pasar Rukoh

BERBAGI
Potret Cabai Merah di Pasar Rukoh, 13/10/2026, Nisrina Hasannah [AM]

Nisrina Hasannah [AM] & Savia Laura Utami [AM] | DETaK

Darussalam-Harga cabai merah di Pasar Rukoh mengalami kenaikan sebesar 20 persen, dari Rp65.000 menjadi Rp85.000 per kilogram. Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi oleh berkurangnya ketersediaan pasokan di pasar. Kondisi ini dikeluhkan pembeli pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Muhammad Reza, salah seorang pedagang di Pasar Rukoh, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai merah keriting terjadi akibat berkurangnya pasokan dari pemasok. Menurutnya, harga komoditas di pasar sangat bergantung pada ketersediaan barang. Ketika pasokan melimpah, harga cenderung turun, sedangkan keterbatasan stok mendorong kenaikan harga.

Iklan Souvenir DETaK

“Banyak yang ngeluh ke saya, kenapa harga cabe tiba-tiba naik. Saya bilang karena di pasaran itu barangnya lagi sedikit. Kalau barangnya lagi banyak, harganya juga murah. Cabai ini naik karena hasil panennya juga lagi sedikit,” ujar Reza.

Reza juga membandingkan harga cabai merah dengan bawang merah yang relatif lebih murah. Menurutnya, perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan stok bawang merah dari pemasok yang masih melimpah.

Kenaikan harga cabai merah turut dirasakan oleh mahasiswa. Ulfa Rahmi, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Syiah Kuala, mengaku kenaikan harga tersebut cukup membebani kondisi keuangannya. Meski demikian, ia tetap membeli cabai merah karena bahan tersebut dibutuhkan untuk memasak sehari-hari.

“Dengan harga segitu sangat memberatkan karena uang jajan dari orang tua pas-pasan. Tapi mau gimana juga, cabai dibutuhkan untuk dimasak, apalagi kita orang Indonesia sangat cinta sama rasa cabai,” ungkap Ulfa.

Kenaikan harga cabai merah menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa, terutama mereka yang memilih memasak sendiri untuk menghemat pengeluaran sehari-hari. Di tengah meningkatnya harga bahan pangan, mahasiswa perlu menyesuaikan anggaran belanja agar kebutuhan konsumsi tetap terpenuhi.[]

Editor: Zikni Anggela