Beranda Terkini Mahasiswa FP USK Raih 4 Penghargaan dalam Ajang Nasional Ignite Future Fest...

Mahasiswa FP USK Raih 4 Penghargaan dalam Ajang Nasional Ignite Future Fest 2025

BERBAGI
Foto Bersama Tim dari FP USK yang meraih 4 penghargaan di ajang nasional Ignite Future Fest 2025. 29/10/2025.(Dok.pribadi)

Amirah Nurlija Zabrina | DETaK

Darussalam-Mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala (USK) meraih 4 penghargaan dalam Ajang Nasional “Ignite Future Fest 2025” yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram, Lombok pada 28 Oktober 2025.

Ignite Future Fest 2025 merupakan sebuah ajang bergengsi tingkat nasional yang merupakan kolaborasi Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEPTA) Universitas Mataram dan Futura Innovation Hub. Jenis perlombaan yang diikuti yakni Business Plan Competition atau Kompetisi Perencanaan Bisnis.

Iklan Souvenir DETaK

Adapun 4 penghargaan yang diraih mahasiswa FP USK dalam Ignite Future Fest 2025 diantaranya: 3rd Winner Business Plan, Gold Medal, Best Idea dan Favorite Poster.

Berikut adalah nama mahasiswa Program Studi Agribisnis FP USK yang mengikuti Ignite Future Fest 2025:

  1. Bella Nafisa Muherli
  2. Ammar Faqih Zulkarnain 
  3. Putri Afridayanti
  4. Suci Purnama
  5. Alfi Rahmatillah

Ketua Tim, Bella Nafisa Muherli menjelaskan karya inovatif yang mereka bawa bernama CoFlame, yaitu briket ramah lingkungan yang dihasilkan dari limbah ampas kopi. Produk ini dikembangkan sebagai sumber energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kami membawa karya inovatif berjudul “CoFlame: Briket Inovatif dari Ampas Kopi Nusantara.” CoFlame merupakan produk ramah lingkungan yang mengubah limbah ampas kopi menjadi briket energi alternatif bernilai ekonomi tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa gagasan CoFlame berawal dari kepedulian terhadap limbah kopi di Aceh yang belum dimanfaatkan optimal dengan tujuan menghadirkan solusi ramah lingkungan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Gagasan ini lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya limbah kopi di Aceh  salah satu penghasil kopi utama di Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kami ingin menghadirkan solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ucapnya.

Salah satu anggota, Ammar Faqih Zulkarnain juga mengungkapkan persiapan mereka dalam lomba seperti prototipe briket ampas kopi beserta kemasan, proposal bisnis, rencana pemasaran, serta mengurus legalitas inovasi melalui HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan publikasi literature review sebagai dasar ilmiah inovasi.

“Kami mempersiapkan prototype dari briket ampas kopi, kemasannya, proposal bisnisnya, rencana pemasarannya, legalitas inovasi melalui HKI dan publikasi literature review sebagai acuan ilmiah inovasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa motivasi mereka mengikuti lomba ini adalah untuk menambah wawasan sekaligus mengasah keterampilan di bidang inovasi. Ia berpesan kepada mahasiswa bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia. Dengan berupaya memberikan yang terbaik serta  bahwa suatu saat kerja keras tersebut akan membuahkan hasil.

“Motivasi kami adalah menambah pengetahuan mengasah skill melalui lomba. Berusaha sekeras mungkin dan jangan pernah menyerah karena pasti suatu saat insyaallah usaha kita akan membuahkan hasil,” pesannya.[]

Editor: Nasywa Nayyara Tsany