Zalifa Naiwa Belleil | DETaK
Darussalam-Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAPAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Sapa Mesjid Heritage di Mejid Tuha Indrapuri, Kab. Aceh Besar pada Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sejarah dalam bentuk wisata religi sekaligus membersihkan area mesjid dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Aceh kepada mahasiswa.

Ketua HIMAPAN, Salman Al Farisy, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal sejarah Aceh, khususnya mengenai peradaban islam.
“Bukan hanya ajang silaturahmi tapi kita sebagai mahasiswa juga harus tau sejarah sejarah Aceh, sejarah islami Aceh dan budayanya dan kita sebagai penerus harus bisa melestarikan budaya tersebut untuk generasi yang akan datang,” ujar Salman.
Pengurus masjid, Ismawardi, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah peradaban Hindu dan Buddha di Aceh sebelum masuknya Islam. Ia menyebut Indrapuri sebagai bagian dari konsep Aceh Lhee Sagoe (Tiga Segi Aceh), yaitu tiga wilayah pertahanan kuno bercorak Hindu pada masa pra-Islam yang menjadi pintu masuk imigran dan budaya dari India ke Aceh.
“Orang-orang dari India yang beragama Hindu dan Buddha masuk ke Aceh melalui wilayah Indrapatra dan Indrapura. Dulunya, kawasan sekitar masjid ini juga dikelilingi sungai,” kata Ismawardi.
Sementara itu, Wakil Dekan III FISIP USK, Dr. Masrizal, menilai kegiatan Sapa Mesjidi Heritage dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal sejarah Aceh sekaligus memakmurkan masjid.
“Jadi, untuk belajar sejarah Masjid Tuha Indrapuri itu tidak harus orang Islam saja, agama lain juga bisa, karena ini berkaitan dengan sejarah dan bagaimana kita menjaga cagar budaya,” ujarnya.[]
Editor: Musfirah










