
Husniyyati | DETaK
Darussalam-Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Nival Misbahul Amin, berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam Lomba Menyanyi Seriosa Perorangan Putra pada ajang Peksiminas XVIII 2026 yang diselenggarakan di Jember, Jawa Timur, pada Senin-Jumat, 7-11 September 2026.
Dalam perlombaan tersebut, Nival membawakan dua lagu seriosa, yaitu Semangat karya R.A.J. Sujasmin dan Kisah Angin Malam yang merupakan ciptaan Saiful Bahri.

Peksiminas merupakan ajang perlombaan seni mahasiswa yang terdiri dari berbagai tangkai lomba, seperti tari, baca puisi, pop, dan seriosa. Untuk dapat mewakili USK di tingkat nasional, Nival terlebih dahulu mengikuti seleksi tingkat universitas dan provinsi. Ia berhasil meraih Juara I pada kedua tahapan tersebut sebelum melaju ke tingkat nasional.
Nival mengatakan proses yang dilaluinya cukup panjang. Sebelum mengikuti perlombaan nasional, ia menjalani latihan intensif selama hampir dua minggu bersama kontingen USK. Di tengah persiapan tersebut, Nival juga harus membagi waktu dengan penyusunan skripsi sebagai mahasiswa tingkat akhir.
Dalam perlombaan tersebut, Nival memilih dua lagu yang menurutnya memiliki cerita yang saling berkesinambungan. Semangat menggambarkan sosok seorang prajurit yang tetap ingin hidup dan dikenang karena perjuangannya, sedangkan Kisah Angin Malam menggambarkan seseorang yang berada di penghujung hidupnya sambil mengenang berbagai memori yang pernah dilalui.
Nival mengatakan salah satu kendala yang dihadapi adalah keberangkatan menuju Jember yang sempat terkendala kondisi alam sehingga kontingen USK hampir tidak dapat berangkat. Setelah tiba di Jember sekitar pukul 05.00 pagi, ia langsung mempersiapkan diri karena dijadwalkan tampil pada pukul 11.00.
“Kami nyampe di Jember itu di pagi subuh jam 5. Tapi kami gak sempat tidur. Kami langsung siapin lomba,” ujar Nival.
Meskipun menghadapi berbagai kendala, Nival tetap melanjutkan perjuangannya hingga berhasil meraih Juara Harapan 2. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjuangan seluruh kontingen USK yang tetap berusaha berangkat dan bertanding meskipun menghadapi berbagai hambatan.
Nival berharap semakin banyak anak muda yang mau mencoba dan mengeksplorasi bidang seni, khususnya seriosa. Menurutnya, generasi muda memiliki peran untuk mendobrak berbagai pandangan yang dapat membatasi seseorang dalam berkesenian. Ia juga berencana terus mengembangkan kemampuan seriosa dan mengikuti kompetisi lainnya di luar Aceh.
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Karena walaupun kita punya dalam tanda kutip framing yang jelek terkait dengan kesenian, menurut aku selagi itu memberikan manfaat, selagi itu memberikan dampak, selagi itu indah, gak masalah untuk tetap dicoba,” ujar Nival. []
Editor: Fathimah Az Zahra









