Aisya Syahira | DETaK
Banda Aceh – Yayasan Aceh Bergerak bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar Gala Premiere Hikayat Waroeng Kupi dalam acara Pemutaran Fillm dan Diskusi bertema “Aku, Kamu, Kita Bersinema” pada 30 Oktober 2022 di Aula In Door Taman Budaya.
Film Hikayat Waroeng Kupi ini di produseri oleh Nova Misdayanti dan disutradarai oleh Davi Abdullah. Selain Hikayat Waroeng Kupi, film-Film yang ditayangkan dalam acara ini adalah Animasi Iskandar Muda, dan film dokumenter PKA.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang diwakili oleh Evi Mayasari dalam kata sambutannya mengatakan bahwa pemutaran film Hikayat Waroeng Kupi ini adalah salah satu langkah untuk mempromosikan budaya dan pariwisata yang ada di Aceh.
“Nah pemutaran film dan diskusi ini adalah salah satu langkah untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Aceh dan beberapa lokasi pariwisata yang mungkin bisa kita tontonkan untuk kita tampilkan ke publik bahwasanya Aceh kaya akan budaya dan tempat-tepat wisata,” tuturnya.
Abdul Razak, selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa sebelum ditayangkan di Taman Budaya, film Hikayat Waroeng Kupi sudah lebih dulu diputar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK)
“Bahwasanya pelaksanaan pemutaran film dan diskusi ini kita laksanakan di beberapa lokasi. Yaitu, aula FKIP Unsyiah yang kemaren, kemudian hari ini adalah acara pemutaran film Hikayat Waroeng Kupi di Taman Budaya,” ujarnya.
Setelah pemutaran film Hikayat Waroeng Kupi selesai, acara ini dilanjutkan dengan diskusi bersama para aktor. Ambia Dianda, sebagai salah satu pemeran dalam film tersebut menceritakan pengalamannya selama memerankan tokoh Nun.
“Menjadi Nun itu menjadi seorang perfeksionis. Nah mungkin dengan menghafal teks-teksnya yang bahasanya bukan keseharian kita tu mempunyai tantangan sendiri, kemudian bagaimana seorang Nun itu bisa menjelaskan kopi secara referensi, bisa menjelaskan kopi secara umum, bisa menjelaskan kopi sebagai budaya bahwasanya minum kopi itu memang sudah budaya di Aceh ini, dan bagaimana seorang Nun itu mungkin bisa menceritakan tentang pengalaman-pengalaman dia.”
Nova Misdayanti, Produser Film Hiyakat Waroeng Kupi ini juga menceritakan proses suka duka beserta tantangan yang mereka alami selama proses panjang pembuatan film.
“Syuting ini kan tiga lokasi, ada Takengon, ada Banda Aceh dan Aceh Besar serta dari Kota Sabang tadi. Jadi memang betul-betul proses pembuatan film yang begitu panjang, suka dukanya juga ada jadi yang kita sampai pulang jam 2 malam gitu untuk menapatkan apa ya, suasana warung kopi yang betul-betul kayak tadi tidak ada orang, keheningan malam. Ini kan lintas generasi dan lintas budaya, lintas bahasa juga. Jadi memang betul-betul penuh tantangannya, artinya jadi film kita juga harus belajar sampai 4 dan 5 bahasa mungkin,” ungkap Nova.[]
Editor: Indah Latifa






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


