
Nur Aida Rossa [AM] | DETaK
Darussalam – BIOFAIR II yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi (HMB) Universitas Syiah Kuala mengadakan webinar pertama tingkat internasional dengan tema “Conservation of The Four Key Leuser Animals” melalui aplikasi Zoom Meeting pada Sabtu, 4 Desember 2021.
Webinar ini dimulai pada pukul 08.35 WIB dengan pembukaan oleh MC, dan dibuka secara resmi oleh Dosen Bdang Kemahasiswaan Jurusan Biologi, Widya Sari. Kemudian dialihkan kepada moderator dengan 3 orang pemateri yaitu, Kevin Kwalimwa dari Afrika Timur, Dwi Adhari Nugraha dari Wildlife Conservation Society-Indonesian Program, dan Alifi Rehanun Nisya dari Forum Konservasi Leuser.

Terdapat empat hewan kunci di Ekosistem Leuser, yaitu badak sumatera, harimau sumatera, orang utan dan gajah sumatera.
Dwi Adhari Nugraha mengatakan bahwa Leuser merupakan salah satu landscape terbesar untuk menampung hewan. “Leuser adalah salah satu landscape terbesar untuk menampung hewan kunci ini.”
Ia menambahkan bahwa ancaman terbesar punahnya satwa adalah kerusakan dan fragmentasi habitat. Sementara ancaman lainnya yang juga dapat berpotensi menyebabkan satwa punah adalah perburuan dan perdagangan ilegal, konflik manusia dan harimau, serta penurunan populasi mangsa.
“Ancaman terbesar punahnya satwa yaitu, kerusakan dan fragmentasi habitat. Semua orang bahkan kita, berlomba-lomba untuk mengambil sumber daya dari hutan. Ketika habitat terfragmentasi, bukan hanya habitat yang rusak tapi, juga berdampak ke populasi di dalamnya. Hal tersebut akan berdampak ke kualitas satwa tersebut. Ancaman lain ada perburuan dan perdagangan ilegal, konflik manusia dan harimau serta penurunan populasi mangsa,” imbuhnya.
Alifi Rehanun Nisya dari Forum Konservasi Leuser yang juga merupakan salah satu pemateri menjelaskan bahwa cara yang dapat dilakukan oleh konservasionis baru adalah membangun kesadaran, beropini di sosial media, berorganisasi, dan menulis.
“Sebenarnya apa yang bisa kita lakukan? Kalau kita masih baru di dunia konservasi, istilahnya newbie gitu ya. Pertama bangun dulu kesadarannya, dimulai dengan ilmu, mungkin bisa beropini di sosial media, berorganisasi, yang suka nulis boleh nulis dan segala macam. Kita bisa jadi seorang konservasionis, dengan cara kita sendiri,” tutup Alifi di akhir materinya.[]
Ediror: Hijratun Hasanah



![[Lensa] Sejumlah Titik Kampus Dipenuhi dengan Tumpukan Sampah](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/06/Foto-3-1-100x75.jpg)





