Beranda Terhangat USK Press Gelar Diskusi dan Nobar untuk Tingkatkan Budaya Literasi

USK Press Gelar Diskusi dan Nobar untuk Tingkatkan Budaya Literasi

BERBAGI
Penulis buku memaparkan sekilas isi buku “20 Perempuan Hebat dari Ambon” serta diskusi bersama peserta kegiatan di Gedung USK Press (16/09/2025). (Dok. Panitia)

Neni Raina Mawaddah [AM] & Husniyyati [AM] | DETaK

Darussalam-Percetakan Universitas Syiah Kuala (USK Press) bersama dengan Komunitas Kita Kreatif USK menggelar kegiatan diskusi buku pilihan terbaru berjudul “20 Perempuan Hebat dari Ambon” dan menonton bersama Film Kartini di Gedung USK Press, pada Selasa, 16 September 2025.

Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional yang jatuh pada 8 September 2025. Pada momentum tersebut, USK Press merilis buku berjudul “20 Perempuan Hebat dari Ambon” karya Rina Suryani Oktari, yang kemudian menjadi topik utama dalam sesi diskusi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Iklan Souvenir DETaK

Rina Suryani Oktari, menjelaskan bahwa karyanya merupakan hasil riset langsung di Ambon dengan melibatkan 20 perempuan hebat dan penuh inspirasi.

“Perempuan berada di kondisi rentan. Di Ambon, perempuan menghadapi 3 krisis seperti: tsunami, konflik Ambon, dan Pandemi Covid-19,” jelasnya.

Menurut Rina Suryani Oktari, kondisi tersebut membuka ruang kosong dalam struktur sosial yang menjadi peluang bagi perempuan untuk mengambil peran penting.

“Dalam situasi krisis dan urgensi, muncul dorongan pada perempuan ‘jika bukan saya, lalu siapa?’ karena pada dasarnya setiap perempuan memiliki potensi kepemimpinan yang besar, hanya saja perlu diberikan ruang,” tambahnya.

Radhia Humaira, selaku pengulas buku, berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menginspirasi peserta khususnya perempuan untuk bercermin dari kisah inspiratif dalam buku “20 Perempuan Hebat dari Ambon” dan mulai merancang visi dan misi mereka ke depannya.

“Harapan terutama kepada peserta kegiatan adalah benar-benar menjadi perempuan hebat dan dapat bercermin dari buku tersebut. Setelah itu, kita perlu menyiapkan visi dan misi untuk ke depannya agar jika terjadi situasi krisis kita dapat merealisasikannya secara nyata sesuai dengan rencana kita,” ungkapnya.

Kegiatan ini ditutup dengan menonton bersama Film Kartini untuk membangun perspektif literasi visual yang membangkitkan rasa perjuangan perempuan, selaras dengan diskusi buku sebelumnya. []

Editor: Pramudiyanti Saragih