Beranda Terhangat USK Laksanakan Meuseuraya Bersihkan Masjid Terdampak Banjir dan Longsor di Pidie Jaya

USK Laksanakan Meuseuraya Bersihkan Masjid Terdampak Banjir dan Longsor di Pidie Jaya

BERBAGI
Foto bersama sebelum keberangkatan ke lokasi tujuan. 1/01/2026. (Zikni Anggela/DeTaK)

Ade Irma Aprianti & Zikni Anggela | DETaK

Darussalam-Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Meuseuraya gotong royong sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, pada Kamis, 1 Januari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan serta perbaikan fasilitas ibadah di tiga masjid yang terdampak bencana.

Kegiatan meuseuraya tersebut melibatkan seluruh unsur sivitas akademika USK, mulai dari jajaran rektorat, senat akademika, Majelis Amanah, dekanan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga unit pelaksana teknis seperti perpustakaan serta MKU. Aksi gotong royong ini menjadi bentuk pengabdian kampus kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Iklan Souvenir DETaK

Koordinator kegiatan meuseuraya, Ustadz Enzus Tinianus, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di awal tahun 2026 tidak berkaitan dengan momen pergantian tahun, melainkan sebagai upaya percepatan bantuan.

“Ini tidak berurusan dengan waktu, akan tetapi kita segerakan, cuma setelah kita lihat waktu yang bisa dikejar hari ini, kalo bisa lebih awal,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa USK merencanakan kegiatan berlanjut di daerah lain yang terdampak karena penanganan butuh waktu yang panjang. 

“USK sudah berencana tidak di tiga masjid ini saja. Kedepan, mungkin bulan depan, sudah berada di masjid daerah lain yang terdampak karna bencana ini perlu penanganan yang panjang,” jelasnya.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, mengatakan sumber pendanaan kegiatan berasal dari berbagai pihak, antara lain bantuan toren air bersih dari Kementerian Tinggi Saintek, donasi masyarakat melalui Rumah Amal USK, serta kontribusi dari Dharma Wanita Persatuan dan fakultas-fakultas yang terlibat.

Di akhir wawancara, Ia juga menyampaikan harapannya kehadiran USK di lokasi bencana dapat membantu meringankan beban masyarakat yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

“Harapan kita pastinya ini salah satunya bentuk kepedulian kita dari kampus terhadap bencana yang terjadi di sini, sudah satu bulan dan ketika lihat di lokasi belum sepenuhnya pulih, kita coba bantu sebisa kita apa yang diperlukan terutama di tiga tempat tadi bersama masyarakat juga. Harapannya dengan kehadiran kita sedikit banyak bisa meringankan beban masyarakat,” harapnya. []

Editor: Cut Irene Nabilah