Kamilina Junita Damanik & Zahra Zakkya Attamy | DETaK
Darussalam–UKM KOFAKAHA (Unit Kegiatan Mahasiswa Konservasi Fauna Fakultas Kedokteran Hewan) menggelar seminar dan workshop orang utan dengan tema Act For Orangutan: Their Forest Our Future “Wildlife Health Conservation untuk Menjaga Napas Orangutan dari Ancaman Tuberkulosis”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Auditorium Gajah Sumatera FKH USK pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Seminar dan workshop ini menghadirkan sejumlah pemateri yang berkompeten di bidang konservasi orang utan, yakni Ujang Wisnu Barata, S.Hut., M.Sc., M.Si. (Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, Ditjen KSDAE), M. Indra Kurnia, S.Hut. (Yayasan Orangutan Sumatra Lestari – Orangutan Information Centre), serta drh. Yenny Saraswati (Yayasan Ekosistem Lestari – Sumatran Orangutan Conservation Programme).

Nabilah Ramadhani selaku Ketua Panitia menjelaskan, pemilihan tema orang utan bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa mengenai ancaman tuberkulosis pada orang utan yang selama ini masih jarang dibahas, khususnya bagi mahasiswa yang berkecimpung di bidang konservasi dan berinteraksi langsung dengan satwa liar. Melalui seminar dan workshop ini, isu tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dan pembahasan bersama.
“Isu zoonosis itu sangat jarang sekali diangkat apalagi tuberculosis pada Orang Hutan. Jadi kami memang mau mengedukasi terutama teman-teman mahasiswa yang memang bergerak di bidang konservasi, yang memang bersentuhan langsung dengan satwa,” ujar Nabilah.
Salah satu pemateri dalam seminar, drh. Yenny Saraswati, menyampaikan bahwa menjaga kesehatan orang utan tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan populasi, tetapi juga berperan dalam melindungi kesehatan manusia dan menjaga keseimbangan lingkungan.
“Melindungi orang hutan itu menjaga masa depan populasi. Sedangkan di kesehatan masyarakat, mencegah zoonosis itu melindungi manusia, dari resiko penyakit. Dan di lingkungan kalau habitat sehat Itu akan mengurangi jadinya konflik dan resiko penyakit. Jadi intinya Dengan melindungi kesehatan orang hutan Berarti juga Melindungi masa depan konservasi untuk kita semua,” ujar drh. Yenny Saraswati.
Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi, yaitu seminar yang dilaksanakan pada pagi hingga siang hari dan workshop pada siang hingga sore hari. Seminar terbuka untuk umum, sementara workshop dilaksanakan secara lebih terbatas bagi mahasiswa kedokteran hewan semester 5 hingga mahasiswa koas, dengan materi yang lebih spesifik mengenai pemeriksaan medis pada orang utan.
“Karena materinya lebih spesifik, kegiatan workshopnya dibuat untuk teman-teman di lingkungan kedokteran hewan. Dan ada minimal semesternya, yaitu semester 5 sampai dengan anak koas seperti itu,” ujar Nabilah.
Nabilah Ramadhani selaku Ketua Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk terus menyuarakan pentingnya konservasi satwa liar, khususnya orang utan, serta mendorong keberlanjutan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang. []
Editor: Zalifa Naiwa Belleil










