Beranda Terhangat Pertama Kali Terapkan Ijazah TTE, Ini Tanggapan Mahasiswa

Pertama Kali Terapkan Ijazah TTE, Ini Tanggapan Mahasiswa

BERBAGI
Pengumuman yang berisi tentang kebijakan penerapan ijazah TTE.

Nurul Hasanah | DETaK

Darussalam- Sehubungan dengan pengumuman tentang ijazah TTE bagi lulusan Mei 2021, beberapa mahasiswa menilai kebijakan tersebut belum efektif.

Ijazah TTE untuk pertama kalinya diterapkan bagi lulusan USK angkatan ke-149. Salah satu wisudawan dari Fakultas Pertanian mengaku tidak menerima pemberitahuan dan penjelasan mengenai ijazah tersebut.

Iklan Souvenir DETaK

“Kalau saya pribadi, taunya bahwa saya akan diberikan ijazah TTE pada saat wisuda berlangsung,” terang M. Romzi Alwan Fauzi saat dihubungi via WhatsApp.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, Romzi menilai penerapan ijazah TTE oleh USK masih belum efektif karena dari pihak universitas terlihat seperti belum ada kesiapan.

“Kemarin pihak univ sudah memberitahukan bahwa ijazah sudah bisa di-download di laman KRS masing-masing. Kemudian, saya langsung mengecek KRS saya dan di situ ditulis ijazah belum selesai, sedangkan teman saya dari fakultas lain sudah bisa men-download ijazah mereka,” lanjutnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Zikrina Munawarah, wisudawan angkatan ke-149 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses ijazah TTE yang awalnya tidak jelas, kemudian beberapa wisudawan ada yang ijazahnya juga belum siap.

“Bahkan, seminggu setelah wisuda kejelasan ijazah digital belum ada, baru kemarin ijazahnya bisa di-download. Transkip juga masih diproses, sedangkan lulusan sangat membutuhkan ijazah dan transkip untuk daftar beasiswa dan melamar kerja,” ujar Zikrina.

Terlepas dari kekecewaannya, Zikrina sangat mengapresiasi penerapan ijazah TTE. Hanya saja, ia sangat berharap ke depannya USK lebih matang lagi dalam mempersiapkan kebijakan baru ini. Apalagi, sekarang era digital sehingga kampus dituntut untuk lebih maju. Beberapa universitas di luar Aceh bahkan sudah menerapkan ijazah digital sebelum USK.

“Ini inovasi baru USK, sangat baik. Nanti tidak mungkin ada ijazah lulusan yang hilang karena bisa dicetak lagi,” jelasnya.

Di sisi lain, Durratul Baidha mahasiswa PBI angkatan 2017 berharap kebijakan yang diambil USK jangan sampai menciptakan kecemburuan sosial antara mahasiswa lama dengan mahasiswa yang lulus di tengah pandemi.

“Seharusnya tidak ada beda, semua sama. Semua berhak mendapatkan pelayanan yang layak dari kampus tercinta,” pungkasnya.[]

Editor: Cut Siti Raihan