Beranda Terhangat Mahasiswa FISIP USK Keluhkan Toilet Perempuan dan Laki-laki yang Digabung

Mahasiswa FISIP USK Keluhkan Toilet Perempuan dan Laki-laki yang Digabung

BERBAGI
Ilustrasi Toilet. (Refly Nofril/DETaK)

Wahyu Nurianti | DETaK

Darussalam- Mahasiswa/mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) keluhkan fasilitas toilet kampus yang digabung antara laki-laki dan perempuan. Hal ini masih menjadi perbincangan hangat dikalangan mahasiswa karena menganggu kenyamanan mahasiswa dalam menggunakan toilet.

Salah satu mahasiswa FISIP, Zuchra Azizi mengatakan banyak mahasiswa dan mahasiswi menggunakan fasilitas toilet kampus, jika toilet laki-laki dan perempuan masih saja digabung, maka akan mengganggu kenyamanan mahasiswa dalam menggunakan fasilitas toilet tersebut.

Iklan Souvenir DETaK

”Pendapat saya tentang isu tersebut sangat tidak nyaman untuk digunakan, bahkan toilet umum saja dipisah antar perempuan dan laki-laki, kenapa toilet sebuah fakultas harus digabung. Banyak sekali mahasiswa merasa tidak nyaman untuk memakai fasilitas di fakultas tersebut, dan tentunya akan banyak menimbulkan kontroversi serta kemungkinan bakal terjadi pelecehan sangat tinggi,” ungkapnya

Salah satu mahasiswa FISIP Friga Geuntala Djufri mengatakan bahwa ia sendiri merasa tidak nyaman hingga ia dan teman-temannya harus mencari toilet lain.

“Sering kali, apalagi kalau mau ke kamar mandinya  sendiri juga tentu tidak nyaman dan sering cerita bersama kawan-kawan untuk nyari kamar mandi lain,” ujarnya

Lebih lanjut, Friga juga menegaskan bahwa sudah seharusnya pihak kampus memenuhi kebutuhan mahasiswa yaitu dengan menyediakan fasilitas toilet kampus yang dipisah antara laki-laki dan perempuan untuk kenyamanan mahasiswa.

”Tentunya memastikan kamar mandi di FISIP menjadi dua, satu untuk laki-laki, satu lagi tentunya untuk perempuan. Sudah kewajibannya bagi kampus untuk memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa, yaitu kenyamanan. Tentunya dengan tidak dipisahnya kamar mandi, ditambah dengan kurangnya kebersihan, menjadikan kamar mandi FISIP opsi terakhir bagi kami mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Jika kebutuhan simple itu saja terganggu, maka kewajiban kami untuk menuntut ilmu dengan nyaman juga terganggu,”Jelasnya. []

Editor: Aisya Syahira