Beranda Terhangat Ketua BEM Universitas Syiah Kuala Terpilih Sebagai Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia

Ketua BEM Universitas Syiah Kuala Terpilih Sebagai Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia

BERBAGI
Muhammad Ikram saat proses pemilihan koordinator BEM SI. 19/07/2025. (Doc. pribadi)

Ade Irma Aprianti & Zikni Anggela | DETaK

Darussalam-Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM USK), Muhammad Ikram resmi terpilih sebagai Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan periode 2025/2026 dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung di Kota Padang, pada tanggal 12-19 Juli 2025.

Proses pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat oleh 15 anggota wilayah aliansi BEM SI Kerakyatan, termasuk wilayah Aceh, Sumatera Bagian Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, hingga Papua dan Maluku. Dalam forum tersebut, Ikram terpilih secara aklamasi sebagai representasi Sumatera, khususnya Aceh, yang dinilainya selama ini termarjinalkan dalam sejarah pembangunan nasional.

Iklan Souvenir DETaK

“Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang keresahan bersama mahasiswa di Sumatera, terutama Aceh. Hari ini kepercayaan itu diamanahkan kepada saya untuk membawa semangat perubahan dari wilayah yang selama ini terpinggirkan,” ungkapnya.

Munas BEM SI 2025/2026 tidak hanya berfokus pada pemilihan koordinator pusat, tetapi juga membahas arah gerakan aliansi selama satu tahun ke depan. Forum tersebut terdiri dari agenda pembukaan, sidang pleno, hingga penutupan, serta menjadi ruang konsolidasi ide dan penguatan pergerakan mahasiswa. Dalam forum itu pula disepakati bahwa Rapat Koordinator Nasional (Rakornas) akan digelar di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Oktober mendatang.

Dalam menyampaikan visi dan misinya, Ikram menegaskan bahwa kepemimpinannya akan berangkat dari semangat kolektif mahasiswa tanpa klasifikasi wilayah. Fokus utama ke depan adalah memperkuat komunikasi antar-BEM se-Indonesia agar gerakan mahasiswa menjadi lebih masif dan efektif dalam menyuarakan hak serta aspirasi rakyat.

“BEM SI bukan seperti organisasi biasa atau event organizer. Ini adalah aliansi yang merawat nafas perjuangan mahasiswa. Tugas utama kita adalah menjadi mitra kritis dan sahabat bagi pemerintah, untuk mengawal kepentingan rakyat yang masih sering diabaikan,” tegasnya.

Ia juga menuturkan bahwa pengalaman paling berkesan selama Munas adalah pertemuan dengan seluruh perwakilan dari Sabang hingga Merauke, yang memperkaya perspektif dan memperkuat solidaritas lintas budaya dan bahasa.

“Ini adalah amanah besar yang tidak semua orang bisa emban. Insyaallah, saya akan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab dan semangat persatuan,” tutupnya. []

Editor: Pramudiyanti Saragih